BUKAMATA - Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengakui kesalahannya terkait tuntutan Departemen Kehakiman Amerika Serikat atas pelanggaran pencucian uang.
Dalam pernyataannya, CZ bersedia membayar denda sebesar USD 50 juta kepada DOJ dan mengundurkan diri sebagai CEO Binance.
Sementara itu, Binance sebagai exchange juga dijatuhi denda sebesar USD 4,3 miliar, menjadi denda terbesar yang pernah dikenakan kepada sebuah perusahaan oleh Kementerian Keuangan AS.
Menanggapi berita ini, analis kripto Reku, Fahmi Almuttaqin, menyatakan bahwa potensi penurunan optimisme investor kripto dapat disebabkan oleh nominal denda yang mencapai rekor tersebut.
"Investor dapat menginterpretasikan berita tersebut sebagai opportunity loss bagi pasar kripto mengingat Binance merupakan salah satu investor institusi terbesar yang cukup banyak berinvestasi di proyek-proyek kripto," ujarnya seperti di lansir dari CNBC.
Dampak langsung dari berita tersebut terlihat pada pasar kripto yang mengalami penurunan. Pada 22 November 2023, Bitcoin turun 3,62% ke USD36.107, Ethereum turun 3,2%, BNB terdepresiasi 13,2%, dan Dogecoin terkoreksi 5,68% dalam 24 jam terakhir.
Fahmi mengklaim bahwa melemahnya pasar kripto dalam konteks berita ini dapat dianggap wajar. "Penurunan harga aset-aset kripto di pasar yang terbilang cukup rendah relatif terhadap skala berita yang terjadi, menandakan kekuatan fundamental pasar kripto yang sangat positif," tambahnya.
Meskipun demikian, Fahmi menekankan bahwa secara fundamental, aliran dana yang masuk ke pasar kripto melalui instrumen Exchange Traded Product (ETP) masih menunjukkan tren positif. Data dari Coin Shares mencatat aliran dana sebesar USD 176 juta dalam seminggu terakhir, menjadikan total inflow Year-to-Date mencapai USD1,32 miliar.
"Ini menggambarkan performa pasar kripto yang masih berpotensi positif. Namun, kita tetap perlu memonitor hingga akhir tahun ini," kata Fahmi. Sejarah aliran dana pada tahun 2019 dan 2020 juga dijadikan acuan untuk mengamati pergerakan pasar ke depan.