Dewi Yuliani : Senin, 13 November 2023 19:54
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, membuka Rapat Koordinasi dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan yang dilaksanakan di Aula Rumah Makan Ulu Bete, Senin, 13 November 2023.

LUWU UTARA, BUKAMATA - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Luwu Utara menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan yang dilaksanakan di Aula Rumah Makan Ulu Bete, Senin, 13 November 2023.

Kegiatan yang dihadiri oleh Tim TPID, Perum Bulog Cabang Palopo, Perwakilan BPS Luwu Utara, OPD terkait, petugas pemantau harga, pengurus gapoktan, dan pengurus Rumah Pangan Kita tersebut dibuka langsung oleh Bupati Luwu Utara,

Dalam laporannya, Plt Kepala DPKP, Yasri SP, menjelaskan, rapat koordinasi ini memiliki dua tujuan. Pertama adalah sebagai langkah untuk berkoordinasi dengan Perum Bulog maupun stakeholder pangan lainnya dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen, sehingga konsumen mendapatkan harga yang wajar dan terjangkau terutama dalam menghadapi inflasi.

Kedua, adalah membangun sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dengan Perum Bulog Cabang Palopo sebagai penyedia cadangan pangan pemerintah dan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai penyedia data rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan pada wilayah Kabupaten Luwu Utara.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menyampaikan, ketahanan pangan merupakan suatu sistem terintegrasi yang terdiri atas ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan.

"Terwujudnya ketahanan pangan merupakan sinergi dari interaksi ketiga sub sistem tersebut. Sub sistem ketersediaan pangan mencakup aspek produksi, cadangan serta keseimbangan antara ekspor dan impor pangan," ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan pangan harus dikelola sedemikian rupa, sehingga walau produksi pangan bersifat musiman, terbatas dan tersebar antar wilayah, tetapi volume pangan yang tersedia bagi masyarakat tetap memadai. Baik dalam jumlah dan jenisnya, serta stabil penyediaannya dari waktu ke waktu.

Dalam menjaga ketahanan pangan, Indah menyebut pemerintah berkewajiban menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok. Baik di tingkat produsen maupun konsumen, serta mewujudkan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, rumah tangga dan perseorangan.

"Stabilitas tersebut dimaksudkan untuk melindungi produsen (petani/peternak/kelompok tani/gabungan kelompok tani/distributor/pemasok/pelaku usaha pangan yang memproduksi atau menyediakan komoditas pangan pokok), serta menjaga keterjangkauan konsumen terhadap pangan," sebutnya.

Isteri dari Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi, menambahkan, seperti diketahui bahwa pemerintah bertanggungjawab atas ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi pangan bagi masyarakat, rumah tangga dan perorangan yang terjangkau dan berkelanjutan. Olehnya, Pemerintah Daerah kabupaten Luwu Utara telah mempersiapkan kegiatan-kegiatan untuk mengantisipasi inflasi, salah satunya dengan Gerakan Pangan Murah (GPM).

"Walaupun harga pasar beberapa komoditas mengalami kenaikan, tapi saya memastikan bahwa stok beras di Kabupaten Luwu Utara masih aman sehingga masyarakat tidak perlu kuatir untuk berpindah jenis makanan yang lain seperti ubi, sagu dan lain sebagainya," ungkapnya.

Indah berharap, dengan rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan ini, dapat memberikan dampak positif dalam mengendalikan harga pangan agar stabil. (*)