MAKASSAR, BUKAMATA - Harga cabai semakin pedas. Ini karena penurunan produksi dan dampak adanya kemarau panjang atau El Nino.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mewanti-wanti para Pemda untuk melakukan pengendalian inflasi cabai. Bahkan salah satu wilayah yang sudah melakukan pengendalian itu, kata Tito, adalah Makassar. Ia menginginkan kota ini dicontohi oleh daerah lainnya.
"Di Makassar misalnya, di lorong-lorong dibuat (media tanam) cabai, di gang-gang pakai polybag. Nah sebetulnya (cabai merupakan) tanaman yang mudah sekali tumbuh, cuma mungkin kurang digerakkan," katanya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin, 6 November 2023.
Meski harga cabai sedang naik, lanjut Tito, petaninya tentu akan senang. Tapi ia berharap ini tidak berlangsung lama karena akan menimbulkan daya beli berkurang karena harga mahal.
"Meskipun saat ini memang para petani cabai lagi senang harganya naik, tapi senangnya jangan terlalu berkepanjangan, karena konsumennya yang sedih nanti," ujarnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Makassar Jadi Contoh, Sherly Tjoanda Pelajari PAD dan Inflasi ke Wali Kota Munafri
-
Pemkab Luwu Timur Gelar HLM TPID, Bahas Stabilitas Harga dan Pasokan untuk Tekan Inflasi
-
Pemkab Jeneponto Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 Bersama Kemendagri
-
Terjadi Deflasi di Luwu Timur 0,64 Persen, Dipengaruhi Kelompok Makanan dan Minuman
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Sulsel Tetap Terjaga dengan Pertumbuhan Tahunan 5,25 Persen