BUKAMATA - Para CEO perusahaan besar di Amerika Serikat (AS) saat ini menghadapi tantangan besar terkait pergeseran geopolitik yang signifikan. Menurut CEO think tank kebijakan luar negeri Atlantic Council, Frederick Kempe, pergeseran ini menjadi fokus perhatian para pemimpin perusahaan dalam konteks mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi di masa depan.
Dalam pertemuan puncak virtual CNBC Global Evolve pada Kamis 2 November 2023, waktu setempat Kempe menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek geopolitik dalam pengambilan keputusan bisnis saat ini, yang menjadi semakin signifikan dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya.
"Saat ini, setiap CEO dan bank yang saya bicarakan mempertimbangkan geopolitik dalam pemikiran mereka dengan cara yang tidak pernah terjadi sebelumnya," ungkap Kempe.
Pihak eksekutif perusahaan kini semakin mempertimbangkan analisis geopolitik dalam strategi manajemen risiko, terutama dalam kaitannya dengan pergeseran dinamika global yang terjadi belakangan ini.
Kempe juga menyoroti beberapa peristiwa signifikan dalam lima tahun terakhir yang telah mengubah status quo di pasar internasional, seperti perang Putin di Ukraina, pandemi COVID-19, serta perang antara Israel dan Hamas.
Dalam penjelasannya, Kempe mengingatkan bahwa keadaan saat ini menghadirkan risiko yang tidak boleh diabaikan, dan mungkin berpotensi memperburuk kondisi global. CEO JPMorgan, Jamie Dimon, juga mengamini pernyataan tersebut dengan menekankan kehati-hatian dalam menghadapi situasi saat ini.
Frederick Kempe memperingatkan bahwa pergeseran geopolitik saat ini mengingatkan akan titik perubahan besar dalam sejarah dunia, seperti Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Dingin. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun ketahanan dan memitigasi risiko yang mungkin timbul dalam era ketegangan global yang semakin meningkat.
Dalam menghadapi situasi ini, Kempe menyarankan para pemimpin perusahaan untuk memperkuat kerja sama dengan mitra yang beragam dan tidak terlalu tergantung pada satu rantai pasokan, serta melakukan analisis risiko yang mendalam. Ia menegaskan bahwa pemahaman yang kuat terhadap situasi geopolitik akan menjadi kunci dalam merespons perubahan yang terjadi di masa depan.