DPPKB Kota Makassar Terima Penghargaan Nasional atas Prestasi dalam Bidang Penurunan Stunting
Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Makassar telah dibentuk, melibatkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, Kecamatan, dan Kelurahan
MAKASSAR,BUKAMATA - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar terus mempercepat upaya menuju zero stunting, mendapatkan penghargaan nasional atas progres signifikan yang telah dicapai.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PPKB Kota Makassar, Syahruddin, prevalensi stunting di Sulawesi Selatan secara nasional mencapai sekitar 31 persen, sementara Makassar berada pada posisi terendah kedua dengan tingkat sekitar 18,4 persen.
Pada program Smartcity Dialog, Syahruddin menyampaikan bahwa Makassar meraih penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat sebagai daerah dengan progress prevalensi penurunan angka stunting. Penghargaan ini diberikan dalam pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Ternate.
Dalam upaya percepatan penurunan stunting, DPPKB Kota Makassar melakukan audit data stunting yang melibatkan sejumlah stakeholder untuk mengakses data stunting di semua kecamatan dan kelurahan. Mini lokakarya juga diadakan untuk menindaklanjuti data kasus stunting, memastikan upaya dan koordinasi pencegahan stunting memberikan dampak signifikan.
Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Makassar telah dibentuk, melibatkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, Kecamatan, dan Kelurahan. Salah satu langkah pencegahan stunting adalah melalui program seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK), di mana ibu hamil rutin memeriksa kehamilannya.
Dari data EPPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Berbasis Masyarakat) dari 14 Kecamatan di Kota Makassar, 12 Kelurahan telah mencapai zero stunting. Meskipun ada kenaikan angka stunting di Kecamatan Mariso, Mamajang, dan Wajo sekitar 2-3%, secara keseluruhan data stunting di Kota Makassar menunjukkan penurunan signifikan dari 3255 kasus pada Februari 2023 menjadi 2734 kasus pada Agustus 2023, atau turun sebesar 3,14%.
"Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Kota Makassar tetapi juga sebagai contoh bagi daerah lain dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia," pungkas Syahruddin dengan optimisme.
News Feed
Percepat Pembentukan BNNK Luwu Timur, Bupati Irwan Temui Kepala BNN RI
19 Juni 2026 21:11
Usia Baru 9 Tahun, Alya Hadirkan Tiga Buku Inspiratif untuk Anak Indonesia
19 Juni 2026 20:02
Berita Populer
19 Juni 2026 11:42
19 Juni 2026 10:43
19 Juni 2026 10:53
19 Juni 2026 11:03
19 Juni 2026 12:09
