MKASSAR,BUKAMATA - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar menghadapi tantangan serius terkait pernikahan dini yang masih sering terjadi di wilayah ini.
Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, Dinas KB secara intensif melakukan sosialisasi untuk mencegah pernikahan dini yang berdampak negatif pada keluarga muda.
Plt Kepala Dinas KB Makassar, Syahruddin, mengungkapkan bahwa pernikahan dini menjadi salah satu fokus utama dalam program pembinaan keluarga.
"Kami menyadari bahwa pernikahan dini dapat membawa dampak negatif, terutama pada kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, kami melakukan sosialisasi secara intensif untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak agar mereka tidak terlibat dalam pernikahan dini," kata Syahruddin.
Sosialisasi ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sekolah, kelurahan, dan komunitas masyarakat. Tujuannya adalah memberikan informasi yang komprehensif tentang risiko pernikahan dini, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun aspek lain yang dapat memengaruhi masa depan keluarga.
Syahruddin menegaskan harapannya agar upaya sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang kuat kepada anak-anak, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijak terkait pernikahan. "Kami berharap anak-anak tidak terjebak dalam pernikahan dini, sehingga mereka dapat fokus pada pendidikan, perkembangan pribadi, dan meraih masa depan yang lebih baik," tambahnya.
Dengan adanya upaya preventif seperti ini, Dinas KB Kota Makassar berupaya aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif generasi muda dan keluarga, serta mencegah risiko-risiko yang dapat menghambat kemajuan masyarakat.