Hikmah : Jumat, 27 Oktober 2023 11:43

BUKAMATA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan mencapai 0,31% di awal perdagangan Jumat  27 Oktober 2023 mendekati level kritis Rp 16.000 per USD.

Para analis ekonomi memperkirakan tekanan terhadap mata uang Indonesia ini akan terus berlanjut seiring dengan membaiknya data ekonomi AS yang secara tidak langsung memperkuat posisi dolar.

Sementara sebagian mata uang Asia lainnya mengalami kenaikan terhadap dolar AS, rupiah terus mengalami tekanan. Yen Jepang menguat 0,07%, dolar Hong Kong naik 0,02%, dolar Singapura meningkat 0,04%, peso Filipina menguat 0,19%, ringgit Malaysia naik 0,23%, dan baht Thailand menguat 0,17%.

Analis pasar uang, Lukman Leong, memperkirakan bahwa rupiah akan terus melemah terhadap dolar AS setelah publikasi data ekonomi AS yang menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat pada kuartal ketiga 2023.

"Rentang pergerakan rupiah diperkirakan akan berada antara Rp 15.850 hingga Rp 16.000 per dolar AS," katanya seperti dilansir dari Katadata.co.id

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, menekankan bahwa peluang pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih terbuka, terutama setelah data pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III yang mencapai 4,9%, jauh lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya mencapai 2,1%.

Meskipun terdapat beberapa indikator positif, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga turut memberikan sentimen negatif yang membebani rupiah sebagai aset berisiko. Ariston menyarankan agar investor menghindari risiko di pasar keuangan.

Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan akan terus melemah menuju level Rp 15.950 per dolar AS, dengan potensi menguat jika menyentuh kisaran Rp 15.880 hingga Rp 15.900 per dolar AS.

TAG

BERITA TERKAIT