MAKASSAR, BUKAMATA - Pasar Butung sempat heboh. Itu karena pengelolaannya yang diambil alih dari KSU Bina Duta ke Pemkot Makassar.
Pengalihan pengelolaan ini sempat menimbulkan kericuhan. Kendati demikian, Pasar Butung ini tetap menjadi aset dari Pemkot Makassar.
Pihaknya pun mengungkap lima poin penegasan, yang menyangkut bahwa pusat perbelanjaan ternama ini sudah berada di tangan Pemkot Makassar, melalui PD Pasar Raya Makassar.
Kepala Bagian Hukum Setda Makassar Daniati, mengatakan, poin pertama ialah hal ini merupakan soal peralihan pengelolaan Pasar Butung dan bukan soal perkara tanah atau lainnya.
Kedua, Pasar Butung menjadi tanggung jawab PD Pasar Makassar Raya, sebagai mana dalam 511.2/16/S.Perja/U tertanggal 16 November 1998, yang mana PT La Tuntung L&K telah menyerahkan pengelolaan Pasar Butung ke Pemkot Makassar.
Ketiga, KSU Bina Duta tidak lagi punya hak atau wewenang untuk mengelola Pasar Butung. Keempat, KSU tidak punya dasar hukum mengelola Pasar Butung.
Kelima, para pedagang wajib menyetorkan iuran rutin kepada PD Pasar Raya Makassar selaku pengelola dan bukan disetorkan kepada pihak lain. (*)
BERITA TERKAIT
-
Makassar Ambil Peran di Rakernas APEKSI 2026, Munafri: Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci Pembangunan Kota
-
Kota Makassar Tampil Spektakuler di City Expo APEKSI 2026, Booth Pinisi Padukan Budaya, AI dan Inovasi Daur Ulang
-
Di Forum APEKSI, Munafri Tekankan Kota Tangguh Dimulai dari Ketahanan Bencana dan Kesiapan Pangan
-
APEKSI 2026 di Medan, Munafri Perluas Jejaring Demi Kemajuan Makassar
-
Pemkot Makassar Promosikan LONTARA+, UMKM, dan Pariwisata Pada APEKSI 2026 di Medan