Redaksi
Redaksi

Selasa, 17 Oktober 2023 09:30

Kolombia Minta Duta Besar Israel Pergi Akibat Konflik dengan Hamas

Kolombia Minta Duta Besar Israel Pergi Akibat Konflik dengan Hamas

Permintaan tersebut datang sehari setelah Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengancam akan menangguhkan hubungan dengan Israel karena keputusan negara tersebut untuk menghentikan ekspor bahan keamanan ke Kolombia.

BUKAMATA - Menteri Luar Negeri Kolombia, Alvaro Leyva, telah meminta Duta Besar Israel, Gali Dagan, untuk meninggalkan negaranya sebagai respons terhadap konflik antara Israel dan kelompok militan Hamas yang mengakibatkan serangan bom di Jalur Gaza. Permintaan tersebut datang sehari setelah Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengancam akan menangguhkan hubungan dengan Israel karena keputusan negara tersebut untuk menghentikan ekspor bahan keamanan ke Kolombia.

Melalui akun X (sebelumnya Twitter), Leyva menuntut rasa hormat dari Duta Besar Israel kepada Presiden Kolombia dan menuduh Dagan bersikap "kasar". "Sejarah diplomasi universal akan mencatat sebagai sebuah tonggak sejarah kekasaran yang tidak masuk akal dari duta besar Israel di Kolombia terhadap Presiden Gustavo," kata Leyva. "Dia (Dagan) memalukan. Setidaknya dia harus meminta maaf dan pergi. Kecerdasan dihadapkan dengan kecerdasan. Ada negara-negara yang dipertaruhkan," lanjutnya.

Pernyataan ini menambah ketegangan diplomatik antara Kolombia dan Israel. Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya telah memanggil duta besar Kolombia dan menegurnya atas komentar Presiden Petro yang menunjukkan sikap "bermusuhan dan anti-Semit", serta menolak mengutuk serangan Hamas terhadap Israel.

Presiden Petro mengecam serangan Israel di Gaza dan menolak untuk "mendukung genosida", seraya berjanji untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza, di mana ribuan orang kehilangan nyawa akibat serangan udara balasan yang dilakukan Israel. Petro juga menegaskan, "Jika kami harus menghentikan hubungan luar negeri dengan Israel, kami akan menangguhkannya. Presiden Kolombia tidak akan dihina."

Sebagai informasi, sebagian besar senjata yang digunakan oleh Angkatan Bersenjata Kolombia, termasuk senapan, pesawat Kfir, baterai anti-pesawat, tank, radar, drone, rudal jenis Spike yang digunakan di helikopter harpy, kendaraan lapis baja, amunisi, mortir, dan sistem maritim, berasal dari Israel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#perang hamas-israel