MAKASSAR,BUKAMATA – Dalam upaya mencegah tragedi serupa dengan pemilu tahun 2019, di mana banyak petugas PPS (Panitia Pemungutan Suara) gugur karena kelelahan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan telah menggulirkan strategi antisipasi yang inovatif untuk menghadapi pemilihan presiden putaran kedua yang berpotensi membutuhkan upaya ekstra.
Pj Gubernur Sulsel Bachtiar mengatakan, dengan mengambil pengalaman dari pemilihan kepala daerah di Kepulauan Riau pada tahun 2020 saat dirinya menjadi Pj Gubernur, saat itu pihaknya berhasil mencegah agar tidak banyak petugas PPS kelelahan. Oleh nya Pemprov Sulsel berkomitmen untuk menjaga kelancaran pemilu dan kesejahteraan petugas.
"Pada pemilu 2019, kita menyaksikan banyak petugas PPS yang gugur karena kelelahan, dan kami tidak ingin tragedi serupa terulang," ungkap Bachtiar dalam kegiatan Rapat Koordinasi Forkopimda Sulawesi Selatan dengan Forkopimda Kabupaten/Kota, Forkopimcam Se-Sulawesi Selatan dan Penyelenggara Pemilu Kabupaten/Kota yang digelar di Claro Hotel, Rabu 11 Oktober 2023.
Salah satu inovasi yang diadopsi adalah konsep "Siaga 1" yang akan diterapkan terhadap seluruh petugas kesehatan yang bertugas selama pemilihan.
"Mereka akan ditempatkan tidak hanya di TPS, tetapi juga di lokasi yang dekat dengan TPS. Hal ini memungkinkan pemberian layanan kesehatan yang cepat jika ada petugas yang kurang sehat atau membutuhkan perawatan," jelasnya.
Selain itu, dilakukan juga mobilisasi dan skenariokan yang cermat. Setiap TPS akan memiliki alokasi tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan, sehingga kondisinya bisa diatur dengan baik.
"Sebagai bagian dari strategi ini, saya telah menugaskan Asisten 2, yang memiliki latar belakang dalam dunia medis, untuk memimpin upaya ini. Ini adalah inovasi yang kita bisa lakukan untuk mengantisipasi situasi yang sulit," tambah pejabat Pemprov Sulsel.
Selain upaya tersebut, Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga akan terlibat aktif dalam penyusunan rencana darurat untuk daerah-daerah tertentu.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa respon cepat dan efisien dapat dilakukan dalam menghadapi situasi yang memerlukan pertolongan khusus.
Dengan strategi yang cermat dan inovatif ini, Pemprov Sulsel berharap bahwa pemilihan presiden putaran kedua akan berlangsung dengan lancar, dan bahwa petugas PPS serta seluruh masyarakat dapat menjalani pemilu dengan lebih aman dan nyaman, tanpa merasakan kelelahan berat seperti pada pemilu tahun 2019.
PENULIS: RISAL
BERITA TERKAIT
-
Pemprov Sulsel Prioritaskan Luwu Raya, Alokasikan Lebih dari Rp1 Triliun untuk Infrastruktur dan Layanan Dasar
-
Pimpin Rapat Perdana, Salim Basmin Tekankan Diskominfo Sulsel Perkuat Sinergi Media dan OPD
-
Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Balampangi, Penghubung Sinjai–Bulukumba