BUKAMATA - Konflik berkepanjangan antara Hamas Palestina dan Israel telah menyebabkan tragedi kemanusiaan yang mendalam.
Hingga saat ini, jumlah korban jiwa akibat peperangan ini mencapai lebih dari 1.500 orang, dengan banyak warga negara asing turut menjadi korban.
Konflik berawal dari serangan ribuan roket yang dilancarkan oleh kelompok militan Palestina Hamas dari Gaza ke Israel pada Sabtu (7/10/2023) pagi waktu setempat.
Serangan ini berhasil lolos dari pantauan intelijen Israel dan menembus pertahanan roket Iron Dome. Serangan tersebut mengakibatkan ratusan penduduk Israel tewas.
Akibat serangan Hamas, Israel segera merespons dengan menyatakan perang terhadap Hamas, memicu pertempuran sengit yang masih berlanjut hingga saat ini.
Menurut laporan dari AlJazeera, hingga Selasa (10/10/2023) pagi, konflik ini telah menewaskan 1.587 korban jiwa dan melukai lebih dari 6.000 orang.
Ratusan ribu warga Palestina dan Israel juga kehilangan tempat tinggal mereka.
Berikut adalah rincian korban konflik Hamas-Israel:
Palestina:
Korban tewas: 687 orang di Gaza dan 17 di Tepi Barat.
Luka-luka: 3.800 orang di Gaza dan 90 di Tepi Barat.
Israel:
korban tewas: 900 orang.
Luka-luka: 2.243 orang.
Selain warga Palestina dan Israel, sejumlah warga negara asing juga menjadi korban dalam konflik ini. Beberapa di antaranya bahkan menjadi sandera atau masih belum ditemukan hingga saat ini.
Berikut adalah rincian korban warga negara asing dari konflik Hamas-Israel:
Thailand: 12 tewas, 11 sandera.
Amerika Serikat: 11 tewas, lainnya hilang.
Nepal: 10 orang tewas.
Argentina: 7 tewas, 15 hilang.
Ukraina: 2 tewas.
Perancis: 2 tewas, 14 hilang.
Rusia: 1 tewas, 4 hilang.
Inggris: 1 tewas, 1 hilang.
Kanada: 1 tewas, 3 hilang.
Kamboja: 1 tewas.
Jerman: beberapa sandera.
Brasil: 3 hilang.
Chile: 2 hilang.
Italia: 2 hilang.
Paraguay: 2 hilang.
Peru: 2 hilang.
Tanzania: 2 hilang.
Meksiko: 2 sandera.
Kolombia: 2 sandera.
Filipina: 1 sandera, 6 hilang.
Panama: 1 hilang.
Irlandia: 1 hilang.
Konflik ini telah mengguncang dunia internasional, dan upaya perdamaian terus dilakukan. Namun, situasi terus memanas, dan dunia berharap agar korban jiwa tidak terus bertambah dalam konflik yang telah berlarut-larut ini.
BERITA TERKAIT
-
Utang Israel Naik Dampak Perang dengan Hamas
-
Komandan Koramil 1703-04/Aradide Tewas di Tangan OPM
-
AS Minta Bahan Bakar Israel Ditambah dan Gaza di Beri Bantuan Kemanusiaan
-
Elon Musk Tolak Undangan Hamas Kunjungi Gaza: Tampaknya Berbahaya
-
Viral Tentara Israel Bom Rumah di Gaza untuk Rayakan Ulang Tahun Putrinya