Bos Evergrande, Hui Ka Yan di Bawah Pengawasan Polisi, Kreditur Akan Ajukan Likuidasi
Pemimpin China Evergrande Group, Hui Ka Yan, ditempatkan di bawah pengawasan polisi, meningkatkan tekanan pada pengembang properti yang sedang mengalami krisis. Baca laporan lengkap mengenai perkembangan ini
BUKAMATA - Pimpinan China Evergrande Group, Hui Ka Yan, telah ditempatkan di bawah pengawasan polisi, demikian laporan Bloomberg News pada hari Rabu, yang semakin meningkatkan tekanan pada pengembang properti yang sedang dilanda masalah ini. Laporan tersebut mengutip orang-orang yang mengetahui perkembangan tersebut.

Menurut laporan tersebut, Hui Ka Yan telah dibawa oleh polisi awal bulan ini dan saat ini berada di lokasi yang ditentukan untuk pengawasan lebih lanjut. Walau begitu, belum ada kejelasan mengenai alasan mengapa Hui ditempatkan di bawah pengawasan perumahan tersebut.
Laporan dari Bloomberg News menambahkan bahwa tindakan ini bukan termasuk dalam kategori penahanan atau penangkapan formal, dan tidak berarti bahwa Hui akan dijerat dengan tindak pidana tertentu.
Reuters belum dapat memverifikasi laporan Bloomberg secara independen, dan hingga berita ini diturunkan, China Evergrande Group belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.

Evergrande merupakan pengembang properti terbesar di dunia dan juga menjadi perusahaan dengan utang terbanyak di sektor properti global. Krisis yang sedang dihadapi oleh Evergrande telah memberikan dampak signifikan pada sektor properti Tiongkok.
Sejak akhir tahun 2021, sektor ini telah mengalami serangkaian gagal bayar utang yang juga memengaruhi pertumbuhan ekonomi Tiongkok, yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Perusahaan ini juga menggegerkan pasar ketika mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka tidak dapat menerbitkan obligasi baru sebagai bagian dari rencana restrukturisasi utang luar negeri mereka, akibat penyelidikan regulator terhadap unit utama mereka di Tiongkok, Hengda Real Estate.
Kemudian, pada hari Senin, Hengda mengumumkan bahwa mereka gagal membayar pokok dan bunga obligasi senilai 4 miliar yuan (USD547 juta) yang jatuh tempo pada tanggal 25 September.
Reuters melaporkan pada hari Selasa bahwa beberapa kreditur Evergrande di luar negeri berencana untuk bergabung dalam permohonan pengadilan likuidasi yang diajukan terhadap Evergrande jika perusahaan tersebut tidak mengajukan rencana restrukturisasi utang baru hingga akhir Oktober.
News Feed
Geliat Ekonomi dan Seni Budaya Festival FBB Sukses Sedot Ribuan Pengunjung dalam Dua Hari
03 November 2026 10:45
Respons Cepat Damkarmat Makassar, Kobaran Api di Maccini Raya Dikuasai dalam 12 Menit
03 November 2026 10:28
Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPKB Gelar Pemilihan Duta GenRe dan Wisuda 350 Lansia
03 November 2026 10:17
Resmi Tutup MUSDA Golkar Maros, Supriansa : Hilangkan Sekat dalam Kepengurusan
03 November 2026 05:03
Berita Populer
03 November 2026 12:46
03 November 2026 05:03
03 November 2026 10:17
03 November 2026 10:28
03 November 2026 10:45
