MAKASSAR,BUKAMATA - Banyak ibu di Indonesia memiliki kekhawatiran seputar keamanan MPASI fortifikasi bagi bayi mereka.
Isu ini timbul karena persepsi bahwa makanan pabrikan, termasuk MPASI fortifikasi, mungkin tidak cocok untuk bayi.
Namun, para ahli berusaha memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang topik ini untuk mengurangi kebingungan dan kekhawatiran ibu dalam memilih nutrisi terbaik untuk bayi mereka.
Ahli Teknologi Pangan , Prof. Sugiyono, menjelaskan pendapat bahwa makanan pabrikan selalu mengandung bahan pengawet tambahan tidak selalu benar.
"Makanan pabrikan, termasuk MPASI fortifikasi, tidak perlu mengandung pengawet karena pengeringannya membuatnya awet alami," katanya dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan.
Dia melanjutkan, MPASI fortifikasi juga dirancang untuk memberikan kesetaraan akses terhadap gizi di seluruh Indonesia, terutama di daerah terpencil.
Kemampuan makanan pabrikan untuk bertahan lama memungkinkan distribusi makanan berkualitas ke daerah yang jauh.
Selanjutnya, ada persepsi bahwa proses pengolahan makanan dalam makanan pabrikan dapat menghilangkan nutrisi.
Proses pengolahan memang dapat memengaruhi sebagian nutrisi, tetapi dalam MPASI fortifikasi, zat gizi yang hilang atau rusak selama pengolahan biasanya ditambahkan kembali dalam bentuk vitamin dan mineral sesuai kebutuhan harian bayi.
"Ini adalah perbedaan utama antara MPASI fortifikasi dan makanan yang diolah di rumah," jelasnya.
MPASI fortifikasi dapat menjadi pilihan yang baik karena sudah mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi, seperti zat besi dan nutrisi penting lainnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mengonsumsi MPASI fortifikasi memiliki kadar hemoglobin, zat besi, dan ferritin yang lebih tinggi daripada yang mengonsumsi MPASI buatan sendiri.
Namun, ibu juga disarankan untuk tetap bijak dalam memilih nutrisi untuk anak mereka. Jika mampu memastikan kualitas nutrisi dalam makanan yang diolah di rumah sesuai kebutuhan bayi, itu juga merupakan pilihan yang baik.
Yang terpenting adalah memastikan bahwa nutrisi anak tercukupi dengan baik, entah itu berasal dari nutrisi olahan sendiri atau nutrisi fortifikasi.
"Selain itu, para ibu disarankan untuk terus meningkatkan pengetahuan mereka tentang tumbuh kembang anak dari sumber-sumber yang dapat dipercaya," jelasnya.
Dengan pemahaman yang lebih baik, ibu dapat membuat keputusan yang bijak dalam memilih nutrisi yang tepat untuk anak-anak mereka.
MPASI Fortifikasi Dukung Tumbang 1000 HPK Anak
Dokter Spesialis Anak, Dr. Mas Nugroho Ardi Santoso, mengatakan 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) adalah fase kritis dalam perkembangan anak.
Kualitas gizi selama periode ini sangat memengaruhi kesehatan dan perkembangan anak di masa depan. 1000 HPK mencakup pembentukan organ-organ penting, perkembangan sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan fisik, dan perkembangan kognitif.
"Oleh karena itu, nutrisi yang tepat selama 1000 HPK sangat penting," katanya.
Setelah usia 6 bulan, anak membutuhkan nutrisi yang lebih kompleks daripada yang bisa diberikan hanya melalui ASI. MPASI yang tepat waktu, kaya kalori, protein, lemak, vitamin, mineral, higienis, dan responsif sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak pada periode ini.
"Kekurangan nutrisi pada MPASI dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan bahkan stunting jika berlangsung dalam waktu lama," tambah dia.
MPASI fortifikasi, kata dia adalah alternatif yang sangat baik untuk memenuhi nutrisi yang kompleks pada anak-anak.
"MPASI fortifikasi telah ditambahkan dengan vitamin dan mineral sesuai dengan kebutuhan harian anak-anak," jelasnya.
Studi di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yang mengonsumsi MPASI fortifikasi memiliki kadar hemoglobin, zat besi, dan ferritin yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi MPASI buatan sendiri.
Para ibu seharusnya bijak dalam memilih nutrisi untuk anak-anak mereka. Jika mereka dapat memastikan kualitas nutrisi yang seimbang sesuai kebutuhan anak dalam makanan yang diolah di rumah, itu adalah pilihan yang baik.
Yang terpenting adalah memastikan bahwa anak-anak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka, apakah itu berasal dari makanan olahan di rumah atau nutrisi fortifikasi.
Selain itu, para ibu sebaiknya terus meningkatkan pengetahuan mereka tentang tumbuh kembang anak-anak dari sumber yang dapat dipercaya.
"Dengan pengetahuan yang lebih baik, mereka dapat membuat keputusan yang bijak dalam memilih nutrisi yang tepat untuk anak-anak mereka selama periode kritis 1000 hari pertama kehidupan," tambahnya.
Dalam upaya meningkatkan pemahaman ibu tentang MPASI fortifikasi, para ahli gizi dan dokter anak berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan membantu ibu membuat pilihan terbaik untuk kesehatan dan perkembangan anak-anak mereka.