Samsul Bahri : Minggu, 10 September 2023 12:17

BUKAMATA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat Maroko melaporkan sebanyak 500 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini berada di Maroko.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, hingga kini belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban gempa di Maroko.

"Belum ada informasi adanya korban WNI, kata Judha saat menyampaikan tentang kondisi WNI di Maroko pasca gempa," terangnya.

Gempa dahsyat dengan magnitudo 7 mengguncang Maroko pada pukul 23.14 waktu setempat, Jumat (8/9). Wilayah terdampak gempa, yakni Provinsi Al-Houz, Marrakech, Ouarzazate, Azilal, Chichaoua dan Taroudant.

Menurut Judha, KBRI Rabat telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan komunitas Indonesia. Delegasi Indonesia di Marakesh yang saat ini menghadiri The 10th International Conference on UNESCO Global Geoparks 2023 di Maroko juga dalam kondisi aman.

KBRI Rabat akan terus memantau perkembangan situasi di Maroko dan berkoordinasi dengan berbagai pihak tentang kemungkinan adanya WNI yang terdampak. Judha menyebutkan bahwa ada sekitar 500 WNI saat ini yang tinggal menetap di Maroko.

Jumlah korban yang dirilis media hingga saat ini Minggu 10 September sudah mencapai 2.000 orang lebih meninggal dunia.

KBRI Rabat akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak mengenai kemungkinan adanya WNI yang terdampak. Terdapat sekitar 500 WNI yang tinggal menetap di Maroko.