PAREPARE,BUKAMATA - Sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di Parepare, Sulawesi Selatan, di mana dua pria dilaporkan mengalami infeksi serius setelah mencoba memperbesar alat vital mereka dengan menggunakan metode yang tidak aman.
Dokter di Rumah Sakit Asri Ainun Habibie, Kota Parepare, melaporkan bahwa mereka kembali menemukan kasus yang melibatkan pembesaran alat kelamin dengan suntikan minyak kemiri, yang sebelumnya pernah ditemukan pada tahun 2015.
"Setelah tahun 2015 silam menemukan kasus pembesaran alat kelamin dengan menggunakan minyak kemiri yang disuntikkan ke alat kelamin mereka, kini kami kembali menemukan dua kasus yang sama pada pekan lalu," jelas Plt Direktur RS Asri Ainun Habibie, Parepare dr Mahyuddin Rasyid seperti dikuti dari tribunews
Kedua pasien yang kini ditangani oleh dokter ahli bedah awalnya mengikuti metode ini setelah mendengar tentangnya dari teman-teman mereka yang juga pernah mencobanya.
"Meskipun awalnya terjadi pembesaran alat vital, beberapa minggu kemudian, kedua pasien mengalami rasa sakit yang signifikan di area kelamin,"katanya.
Menurut , dr Mahyuddin Rasyid, keluhan pasien melibatkan rasa nyeri di area kelamin, terutama di scrotum atau kantung kulit pembungkus organ reproduksi pria. Bahkan, dalam pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan adanya nanah yang mengindikasikan infeksi serius.
Kasus ini menyoroti bahaya dari upaya memperbesar alat kelamin dengan metode yang tidak aman dan dapat menyebabkan dampak kesehatan yang serius. Pihak medis di Parepare masih melakukan tindakan penanganan lebih lanjut terhadap kedua pasien ini.
Metode seperti ini dapat menyebabkan infeksi serius dan merugikan kesehatan. Peringatan ini penting untuk menghindari upaya memperbesar alat kelamin yang tidak aman dan selalu berkonsultasi dengan tenaga medis yang kompeten jika memiliki masalah terkait kesehatan reproduksi.