MAKASSAR,BUKAMATA - Media siber Bukamatanews menggelar talkshow bertajuk Mata Politik yang membahas mengenai tarik ulur pemilihan calon wakil presiden untuk masing-masing cawapres.
Talkshow yang ditayangkan di Chanel Youtube Bukamatanews, Senin 4 September tersebut menghadirkan 4 narasumber dari dunia politik di Makassar.
Narasumber yang dhadirkan diantaranya, Pengamat Politik Unhas, Andi Ali Armunanto, Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) Sulawesi Selatan, Asri Tadda, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudi Pieter Goni dan Ketua Bappilu PAN Sulsel, Andi Muhammad IRfan AB.
Dalam Talkshow tersebut dibahas mengenai keputusan mengejutkan yang baru-baru ini diambil Partai Nasdem.
Nasdem memutuskan menggandeng ketua Umum PKB , Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden Anies Baswedan. Hal ini membuat koalisi perubahan kehilangan partai Demokrat yang awalnya mengusung AHY sebagai calon wapres.
Di Makassar, kejadian ini tidak membawa dampak yang terlalu besar. Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) Sulawesi Selatan, Asri Tadda, mengatakan relawan tetap bekerja seperti biasa.
"Saya dalam perspektif relawan melihat bahwa pak Anies bisa membawa perubahan . Dari situ berangkat perjuangan untuk menjadikan pak Anies calon predisen. Berpasangan dengan siapun. Pakai partai apapun," katanya dalam talkshow Mata Politik yang digelar Bukamatanews.
Pengamat Politik Unhas, Andi Ali Armunanto mengatakan, kejadian ini adalah cerminan betapa dinamisnya dunia politik. Dan hal seperti ini bukanlah sesuatu yang asing di dunia politik.
"Kejadian ini membuka mata orang bahwa politik itu sangat dinamis. Anak-anak muda melihat politik adalah hal yang pasti . Padahal tidak. Politik itu kadang-kadang bahkan berubah di detik-detik terkahir," katanya.
Ali juga mengatakan, hengkangnya Demokrat dari koalisi perubahan bisa memunculkan poros baru dengna sosok capres ke 4.
"Tidak menutup kemungkinan akan ada poros ke empat dengan sosok capres yang diusung, Sandiaga Uno," katanya.
Kendati salah satu Capres sudah menetapkan calon wakil presidennya dan melakukan deklarasi secara resmi, namun dua calon lainnya yaitu Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto belum terburu-buru mengumumkan calon wakilnya.
Rudi Pieter Goni bahkan mengatakan belum ada gambaran mengenai siapa calon pasangan Ganjar yang diusung oleh PDIP. Menurutnya masih banyak waktu bagi Ganjar maupun PDIP untuk memperhatikan dinamika politik sebelum menentukan sosok seperti apa yang cocok untuk mendapinganinya.
"Kalau soal itu (cawapres) ibarat kata hanya tuhan dan ketua yang tahu. Kita di sini cukup bekerja saja. Biar ketua yang tentukan siapa cawapresnya kami yang bekerja," jelas Rudi.
Sementara itu, Ketua Bappilu PAN Sulsel, Andi Muhammad IRfan AB mengatakan sebagai partai koalisi Gerindra untuk pemenangan Prabowo sebagai presiden 2024 mendatang, pihak partai masih dalam satu agenda mendorong Erick Thorir sebagai cawapres.
"Kalau kami saat ini masih tegak lurus mendukung pak Erick Thohir untuk cawapres yah!" katanya.
BERITA TERKAIT
-
Kongres Partai Akan Resmikan Kelanjutan Megawati Jadi Ketum PDIP
-
Dituding Terlibat Kasus Judol, Kader PDIP Resmi Polisikan Budi Arie
-
Jokowi Klaim Hubungannya dengan Megawati Baik-baik Saja
-
Hasto Seret Nama Jokowi Disidang Eksepsi Dakwaan Kasus Suap Harun Masiku
-
Budi Arie Minta PDIP Stop Karang Cerita Tentang Jokowi