BUKAMATA - Sebelumnya, Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan pernah meminta Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono jadi wapres melalui surat tertulis.
Surat itu ditulis tertanggal 25 Agustus lalu, selanjutnya dikirim ke AHY. Namun belakangan, Muncul wacana Anies memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar jadi wapresnya.
Menanggapi sikap politik Anies, timbul reaksi keras kubu Partai Demokrat terkait wacana atau rencana duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Bukan tanpa alasan. Ternyata surat tulisan tangan sendiri Anies Baswedan yang pernah minta AHY jadi wapres kemudian lengkap dengan tandatangan Anies.
Capres dari Koalisi Perubahan yang diusung Nasdem, PKS, dan Demokrat itu juga membenarkan wacana paling akhir,duet Anies-Cak Imin.
Demokrat secara langsung melakukan konfirmasi pada Aniestentang hal itu. Semua tertuang dalam rilis yang ditanda-tangani Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya.
Hal inilah yang memicu kekecewaan kubu Demokrat. Terlebih pemilihan Cak Imin hanya dilakukan sepihak olehkubu Nasden dan PKB, tanpa melibatkan Demokrat dan PKS. Koalisi Perubahansendiri memiliki Tim 8 untuk menggodok Cawapres.
Suara tertinggi adalah AHY danAhmad Heryawan (PKS), serta belakangan muncul nama Khofifah Indar Parawansa.
“Kerja sama PartaiNasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengusung pasangan AniesBaswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) adalah persetujuan yang dilakukan secarasepihak,” lanjut Teuku Riefky.
Tim 8 berpendapat bahwatidak ada alasan lagi untuk menunda waktu deklarasi. Karena waktunya sudah semakin mendesak dan sesuai mandat yang dimiliki, capres Anies sudah menentukan cawapresnya, Sikap itu disampaikan Tim 8 pada Kamis 31 Agustus 2023.
BERITA TERKAIT
-
UU Pemilu Digugat, Presiden Diminta Tak Kampanye Pilpres
-
Berpeluang Tak Hadiri Pelantikan Prabowo - Gibran, Jokowi: Mau Pulang Tidur ke Solo
-
Nama Anies Tiba-tiba Mencuat Bakal Diusung Gerindra di Pilgub Jakarta, Benarkah?
-
Prabowo Minta Pihak yang Ogah Kerjasama Jangan Mengganggu
-
PAN Yakin Transisi Pemerintahan Jokowi ke Prabowo Akan Berjalan Lancar