BUKAMATA - Tragedi kebakaran hebat terjadi di distrik bisnis pusat Johannesburg, Afrika Selatan, menyebabkan setidaknya 64 orang tewas, demikian disampaikan oleh pejabat layanan darurat.
Api diketahui telah melanda gedung bertingkat lima di area tersebut.
Pemberitahuan tentang kebakaran ini pertama kali diterima pada pukul 01.30 waktu setempat (23.30 GMT Rabu).
Korban Terjun dari Jendela
Sejumlah penduduk gedung di kota terbesar Afrika Selatan tersebut melompat keluar jendela untuk menyelamatkan diri dari kobaran api dan diperkirakan mereka meninggal karena aksi tersebut, demikian diungkapkan oleh pejabat pemerintah setempat kepada Associated Press.
Risiko Orang Terperangkap Sangat Tinggi
Menurut pejabat EMS, begitu petugas layanan darurat menyelesaikan tugas mereka, kepolisian Afrika Selatan akan mengambil alih kejadian ini dan memulai penyelidikan.
"Saatu ini kami belum mengetahui penyebab pasti dari kebakaran ini, tetapi jika melihat kondisi di dalam gedung, ini adalah permukiman informal di dalam gedung," ungkapnya kepada Al Jazeera.
"Karena itu, risiko orang terperangkap di dalam gedung sangat tinggi. Karena itulah, kita melihat banyak korban jiwa dalam insiden ini."
Upaya Pemulihan Korban Dilakukan Bertahap
"Ini adalah hari yang menyedihkan di kota Johannesburg," ujar pejabat layanan darurat dilansir dari Al Jazeera.
"Saat ini, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan kami mengeluarkan semua jasad yang mungkin terperangkap di dalam gedung, lantai demi lantai," jelasnya.
Pejabat tersebut menyatakan bahwa 43 orang telah mendapatkan perawatan atas cedera ringan dan inhalasi asap, serta telah dibawa ke fasilitas kesehatan.
Ratusan Orang Tinggal di Gedung Terbengkalai
Menurut laporan Al Jazeera, ratusan orang tinggal di "permukiman informal" dalam gedung yang dulunya terbengkalai di area yang disebut Marshalltown.
"Gedung tersebut ditinggalkan oleh pemilik aslinya dan kemudian ditempati secara informal, dengan orang-orang menyewa ruang di dalam gedung tersebut," ungkap laporan tersebut. Laporan juga menambahkan bahwa regulasi keselamatan tidak diterapkan karena status gedung yang terbengkalai.
Gedung Menjadi 'Permukiman Informal'
Gedung lima lantai yang terletak di sudut Jalan Alberts dan Delvers di distrik bisnis pusat Johannesburg telah dianggap sebagai salah satu dari "gedung yang dikuasai dan ditinggalkan di pusat kota" oleh Robert Mulaudzi, pejabat Layanan Manajemen Darurat Johannesburg.
"Ini seperti permukiman informal di dalam gedung. Karena itu, kami harus menyisir puing-puing di dalam gedung, lantai demi lantai, untuk memastikan bahwa kami dapat mengeluarkan lebih banyak jasad dari insiden kebakaran ini," jelas Mulaudzi.
Jumlah Korban Tewas Terus Bertambah
Setidaknya 64 orang telah tewas dan 43 lainnya mengalami luka dalam kebakaran yang melanda gedung bertingkat lima di kota Johannesburg, layanan darurat lokal melaporkan.
Jumlah korban tewas terus bertambah sepanjang malam setelah kebakaran meletus pukul 01.30 waktu setempat pada hari Kamis (23.30 GMT Rabu) di gedung tersebut di distrik bisnis pusat kota
BERITA TERKAIT
-
Satu Unit Rumah Terbakar di Selayar Diduga Akibat Korsleting Listrik
-
Puspawati Husler Kunjungi Korban Kebakaran di Desa Cendana Hitam
-
Ditinggal Isteri, Pria di Bone Kerap Ngamuk Hingga Bakar Rumah Orang Tua Kandung
-
Dua Unit Rumah Warga di Lamurukang Bone Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp650 Juta
-
Rumah Panggung di Bone Terbakar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah