Kementerian ESDM Bantah Cadangan Gas Indonesia Hanya Bertahan 17 Tahun
Kementerian ESDM menolak perkiraan bahwa cadangan gas Indonesia terbatas hingga 12-17 tahun. Dengan eksplorasi gas baru dan proyek-proyek migas, Indonesia berupaya memenuhi kebutuhan energi domestik.
BUKAMATA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah perkiraan bahwa cadangan gas Indonesia hanya cukup untuk 12 hingga 17 tahun ke depan.

Saat ini, pemerintah dan kontraktor migas (KKKS) giat melakukan eksplorasi potensi gas baru untuk menjaga pasokan energi.
Direktur Pembinaan Program Migas, Mustafid Gunawan, mengklarifikasi bahwa potensi baru ini akan mengubah Indonesia dari pengimpor menjadi produsen gas.
Meski ada sejumlah proyek yang akan beroperasi dalam waktu dekat, masih perlu upaya lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, juga menegaskan bahwa dengan pengembangan proyek-proyek dan keterlibatan lapangan-lapangan migas, cadangan gas alam Indonesia memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
“Setelah 2030, kemampuan dukungan industri hulu migas untuk pemenuhan kebutuhan gas domestik menjadi semakin kuat seiring dengan selesainya Proyek Abadi Masela yang dijadwalkan onstream di 2029,” kata Dwi dalam keterangan resmi, Selasa (15/8).
Pemerintah berfokus pada penyerapan gas di dalam negeri dan komitmen terhadap energi terbarukan.
Terkait dengan fokus penyerapan gas di dalam negeri, Dwi menyatakan, sejauh ini gas bumi yang diproduksikan oleh lapangan-lapangan migas di Indonesia sudah terserap sebesar 65% untuk sektor domestik.
“Terkait gas, termasuk LNG (liquefied natural gas), sektor hulu migas berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dulu,” ujarnya.
Merujuk proyeksi yang tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), kebutuhan gas di 2025 diperkirakan mencapai 44,8 million ton oil equivalent (MTOE). Di 2050, volume kebutuhan gas diperkirakan naik menjadi 113,9 MTOE.
Guna mencukupi kebutuhan tersebut, dibutuhkan pasokan gas bumi sebesar 89,5 MTOE atau setara 9.786,7 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) di 2025 dan 242,9 MTOE atau setara 27.013,1 MMSCFD di 2050.
News Feed
Ubah Ubi Ungu Jadi Mewah! Intip Keseruan UMKM Maros Racik Menu Kekinian
14 Mei 2026 12:47
Delapan ASN Luwu Timur Resmi Ditetapkan Jadi Komcad
13 Mei 2026 20:11
Terbukti Judol, 11 Ribu KPM Dicoret dari Daftar Penerima Bansos
13 Mei 2026 20:04
Berita Populer
14 Mei 2026 10:59
14 Mei 2026 12:47
14 Mei 2026 12:54
