Hikmah : Minggu, 20 Agustus 2023 19:17

PAREPARE,BUKAMATA  - Kota Parepare belakangan ini dilanda oleh angin kencang yang telah mengakibatkan kerusakan pada beberapa wilayah di kota tersebut. Dampak dari angin kencang ini tercatat merusak 51 rumah warga dengan berbagai tingkat kerusakan, mulai dari atap yang terbang hingga dinding yang jatuh.

Kondisi rumah-rumah warga bervariasi, ada yang mengalami kerusakan berat seperti roboh, dinding yang jatuh, dan atap rumah tertimpa pohon. Selain itu, terdapat juga rumah yang mengalami kerusakan ringan seperti atap seng yang terlepas dan terbang. Tidak hanya rumah warga, puluhan pohon juga ikut terdampak, dengan 12 pohon tumbang yang menghalangi jalan di berbagai lokasi.

Data sementara mengenai dampak bencana angin kencang ini diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Parepare selama dua hari terakhir, yakni Sabtu-Minggu, 19-20 Agustus 2023.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Parepare, Erick, menjelaskan bahwa angin kencang terus terjadi hingga Minggu, 20 Agustus 2023, dan kerusakan rumah warga, terutama pada atap yang beterbangan, terus bertambah.

"Hingga saat ini, angin kencang masih terus terjadi di seluruh wilayah Kota Parepare. Dari hasil assessment TRC-PB, 14 Kelurahan dari 4 Kecamatan terimbas oleh kejadian ini, dan penanganan masih dalam proses. Sebanyak 12 titik pohon tumbang yang menghalangi akses jalan dan menimpa rumah warga telah ditangani, sementara 51 rumah warga yang mengalami kerusakan pada atap dan dinding masih dalam proses pendataan," jelas Erick.

BPBD Kota Parepare telah memberikan bantuan terpal untuk menutup sementara atap yang rusak dan juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.

Erick juga mengimbau masyarakat Kota Parepare untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca saat ini, mengingat perkiraan bahwa dampak El Nino dapat berlangsung hingga September 2023 mendatang.

Cuaca panas, angin kencang, dan potensi kekeringan adalah dampak yang mungkin terjadi, sehingga masyarakat diharapkan untuk berhati-hati dan menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran.

"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari pohon yang sudah rapuh atau lebat, tidak membakar sampah sembarangan, memastikan kompor atau alat masak padam sebelum ditinggalkan, memeriksa kondisi sambungan listrik yang berpotensi menyebabkan korslet, dan melaporkan kondisi darurat melalui layanan call center 112," tambahnya.

TAG

BERITA TERKAIT