Hikmah : Rabu, 16 Agustus 2023 14:10
Tante brigadir J Roslin Simanjuntak

BUKAMATA - Sejumlah warga  di Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi diduga mengalami penipuan oleh  warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Salah satu korbannya adalah tante Brigadir Yoshua, Roslin Simanjutkan 

Sang WNA diduga telah menipu puluhan orang dengan menjual obat herbal palsu untuk berbagai penyakit. Aksi penipuan ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Akibat penipuan ini, warga setempat mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Namun, lebih tragis lagi, beberapa warga bahkan menjadi sakit dan meninggal karena mengonsumsi obat herbal palsu yang dijual oleh sang WNA.

Produk obat tersebut juga tidak memiliki tanda edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

Salah satu korban dari penipuan ini adalah Roslin Simanjuntak, bibi dari almarhum Brigadir Yosua alias Brigadir J. Roslin mengungkapkan bahwa dia pertama kali bertemu dengan WNA Tiongkok tersebut pada bulan April 2023. Sang WNA datang dengan seorang penerjemah dan berpura-pura mencari lahan bisnis.

Dengan modus mencari lahan bisnis, sang WNA membujuk Roslin dengan obat herbal palsu yang ia klaim sebagai obat ampuh untuk menyembuhkan penyakit diabetes yang diderita suaminya.

WNA tersebut mengaku sebagai dokter dari rumah sakit swasta kenamaan. Setelah disakui sebagai dokter, sang WNA menawarkan obat seharga Rp5,6 juta per bulan, yang harus dikonsumsi selama tiga bulan secara rutin.

Meskipun Roslin sempat berdebat dengan suaminya dan khawatir obat tersebut tidak cocok, suaminya akhirnya membeli obat tersebut dengan harga total Rp11,8 juta.

"Bahkan saya sempat bertengkar di depan orang itu, ngapain beli obat kayak gini, kalau tidak cocok gimana, habis duit banyak. 'Orang mau sembuh kok dilarang-larang', mungkin itu masuk hipnotisnya," kata Roslin menirukan percakapannya dengan suaminya.

Namun, setelah mengonsumsi obat tersebut selama kurang dari satu bulan, kondisi suaminya malah semakin memburuk dan ia meninggal dunia setelah tiga bulan.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi atau penyangkalan dari perwakilan WNA tersebut terkait dugaan penipuan ini. Kasus ini memberikan pelajaran penting tentang waspada terhadap obat-obatan palsu yang dapat membahayakan kesehatan dan nyawa seseorang.

TAG

BERITA TERKAIT