Hikmah : Senin, 14 Agustus 2023 16:24

BUKAMATA- Jumlah kematian akibat kebakaran hutan dahsyat di Maui, Hawaii telah mencapai 93 orang.

Peristiwa tragis ini meninggalkan keluarga para korban yang hilang dalam pencarian yang penuh kegelisahan untuk tanda-tanda keselamatan orang yang mereka cintai.

Sementara para penyintas berjuang dengan dampak bencana, gereja menjadi tempat ketenangan dan dukungan bagi mereka yang terkena dampak.

Api menghancurkan habis kota resor bersejarah Lahaina selama dua hari, menyebabkan kerusakan yang luar biasa.

Meskipun upaya pemadam kebakaran dan operasi pencarian, anjing-anjing pemadam tetap menyisir puing-puing terbakar kota, berusaha mencari korban.

Sayangnya, jumlah kematian ini menjadikan kebakaran ini sebagai bencana alam paling menghancurkan di Hawaii, melebihi korban tsunami yang menewaskan 61 orang pada tahun 1960, sesaat setelah Hawaii menjadi negara bagian Amerika Serikat.

Bencana ini juga menjadi salah satu kebakaran hutan termematikan terburuk di Amerika Serikat sejak tahun 1918, saat Kebakaran Cloquet di Minnesota dan Wisconsin merenggut 453 nyawa.

Duka cita telah menyatukan komunitas dalam kesedihan, dengan banyak penyintas mencari kenyamanan dan harapan dalam ibadah gereja.

Di antara mereka adalah Akanesi Vaa, 38 tahun, yang menceritakan pelarian mengerikan keluarganya dari kobaran api.

Setelah terjebak dalam kemacetan, mereka terpaksa melarikan diri dengan berjalan kaki, akhirnya menemukan keselamatan dengan melompati pagar. Kata-kata Vaa yang menyentuh menggambarkan semangat komunitas.

"Semua abu ini akan berubah menjadi keindahan. Saya tahu Lahaina akan pulih 10 kali lebih kuat." katanya dikutip dari Reuters.

Sebuah lonjakan jemaat terlihat di gereja-gereja, di mana pesan harapan dicari dan kenyamanan ditemukan. Besarnya bencana ini memicu rasa persatuan, dan doa-doa ditawarkan untuk mereka yang belum ditemukan.

Dalam pencarian terhadap para penyintas yang masih hilang, orang-orang beralih ke basis data online dan media sosial untuk mencari keluarga dan teman yang hilang.

Harapan, ketangguhan, dan keinginan bersama untuk informasi telah mendorong individu untuk berbagi kisah mereka dan memberikan bantuan.

Gubernur Hawaii, Josh Green, berjanji akan menyelidiki tanggapan terhadap kebakaran dan sistem pemberitahuan darurat, dengan harapan untuk mengatasi keprihatinan yang diutarakan oleh warga tentang kecukupan peringatan yang diberikan.

Jalan menuju pemulihan akan penuh tantangan, dengan perkiraan menunjukkan bahwa membangun kembali Lahaina akan membutuhkan biaya sekitar USD5,5 miliar.