Gubernur Sulsel Buka Rakekornas APINDO 2026, Dorong Kolaborasi Pengusaha
04 Agustus 2026 21:06
Misteri getaran dan suara misterius yang berasal dari dalam bumi di Sumenep, Jawa Timur, membingungkan warga. Artikel ini mengulas fakta-fakta terbaru tentang fenomena alam yang membuat warga khawatir, termasuk spekulasi ahli geologi mengenai sumber dan dampak dari suara misterius tersebut.
BUKAMATA - Warga Dusun Tengah, Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terkejut oleh fenomena alam yang melibatkan getaran misterius, dentuman kuat, dan suara misterius yang berasal dari dalam bumi.

Suara tersebut mirip dengan suara orang yang menggali sumur. Meskipun penyebab pastinya belum jelas, suara getaran dan dentuman berlangsung selama sekitar 10 hari, membuat warga khawatir.
Polisi setempat mengungkap bahwa setidaknya lima rumah merasakan getaran kuat dan suara aneh tersebut.
"Phenomena alam ini tampaknya melibatkan getaran dan suara misterius yang berasal dari inti bumi. Kami belum dapat mengidentifikasi sumber dari suara ini," ungkap AKP Widiarti, Kepala Bagian Humas Polres Sumenep, pada Sabtu (12 Agustus).
Menurut Widiarti, insiden ini terjadi sekitar pukul 09.45 pagi. Saat itu, banyak warga panik dan khawatir atas kejadian ini.
Evakuasi Lima Kepala Keluarga
Untuk menghindari potensi bahaya, polisi melakukan evakuasi lima kepala keluarga di Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Sumenep.
"Kami memutuskan untuk mengungsikan keluarga yang merasakan dampak dari kejadian ini guna mencegah situasi yang tidak diinginkan, terutama karena para penghuni merasa khawatir," terang Widiarti.
Ia juga menegaskan bahwa sejauh ini belum ada efek signifikan terhadap rumah-rumah yang dievakuasi.
Tidak Ada Gempa Bumi
Suwarto, Koordinator Observasi dan Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pasuruan, menjelaskan bahwa tidak ada gempa bumi yang tercatat bersamaan dengan peristiwa suara misterius tersebut.
"Pada saat kejadian, yang terjadi pada hari Sabtu antara pukul 08.45 hingga 11.00 pagi, kami memeriksa seismograf kami di lokasi terdekat di Kalianget. Tidak ada catatan mengenai gempa bumi atau getaran seismik," ujar Suwarto pada Minggu (13 Agustus).
Sumber suara misterius ini masih belum jelas. Tim BMKG sedang menuju ke Sumenep untuk menganalisis fenomena ini lebih lanjut.
Proyek Konstruksi Kemungkinan Penyebab
Amien Widodo, Pakar Geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, berpendapat bahwa suara dentuman misterius mungkin tidak terkait dengan peristiwa geologis.
"Kemungkinan bukan peristiwa geologis," katanya pada Minggu (13 Agustus).
Amien menduga bahwa suara misterius tersebut mungkin disebabkan oleh proyek konstruksi yang sedang berlangsung di dekat lokasi, seperti pertambangan, penggalian sumur, atau aktivitas bor.
Untuk memastikan penyebabnya, tim ITS juga berencana melakukan investigasi di lokasi.
Proses Geologis dan Gerakan Patahan
Dicky Muslim, dosen Fakultas Geologi di Universitas Padjadjaran, berspekulasi bahwa suara bawah tanah di Madura mungkin terkait dengan berbagai proses geologis.
Mengingat Sumenep berdekatan dengan zona sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala, dia menyebutkan potensi penyebab seperti pergeseran lapisan batuan, pergerakan air tanah, dan tekanan tektonik.
Dicky menekankan bahwa patahan dekat tersebut memiliki aktivitas rendah tetapi masih memiliki potensi gerakan seismik minor, yang dapat menghasilkan suara gemuruh atau dentuman.
Dia membandingkan hal ini dengan kejadian di Sumenep.
Dicky juga menyebutkan bahwa kemungkinan likuifikasi sangat kecil karena amplitudo suara yang dihasilkan relatif kecil.
Tim Ahli Ditugaskan
Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana mendatangkan ahli geologi untuk menyelidiki suara dentuman misterius ini.
"Berdasarkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, kami telah mengambil langkah untuk mengundang ahli geologi dari ITN (Institut Teknologi Nasional Malang) untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap fenomena ini," ungkap Achmad Fauzi Wongsojudo, Bupati Sumenep.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan memastikan bahwa menunggu temuan dari para ahli geologi adalah tindakan paling bijak.
04 Agustus 2026 21:06
04 Agustus 2026 17:03