Samsul Bahri : Kamis, 10 Agustus 2023 14:42

BUKAMATA, MAKASSAR - Seorang akademisi, Rahmat Muhammad menilai DPRD Sulsel gagal menyambung lidah rakyat, Hal itu karena batalnya pengajuan PJ Gubernur Sulsel.

Rahmat Muhammad yang juga Pengamat Sosial Politik Universitas Hasanuddin menilai batalnya pengajuan nama nama-nama itu adalah preseden buruk bagi DPRD Sulsel.

"Ini preseden buruk sebenarnya, karena bagaimana pun tarik-ulurnya masa tidak ada hasil nama (calon Pj gubernur) dari paripurna," kata Sosiolog Unhas tersebut, Rabu (9/8/2023).

"Ya, otomatis (itu) indikator kegagalan. Terutama gagal paripurna karena tidak kuorum dan gagal karena tidak mengusulkan nama," sambungnya.

Setidaknya, kata dia, DPRD menjadi penerus aspirasi masyarakat. Walaupun banyak nama (calon pj), tetapi disitulah pentingnya peran anggota dewan.

"Karena kita sebagai warga Sulsel ingin tahu siapa tokoh-tokoh yang akan dipilih DPRD," paparnya.

Seharusnya ada hasil dalam rapat paripurna karena masyarakat juga menanti pengumuman. Belum lagi, dari 85 sebanyak anggota dewan, ternyata yang hadir dalam forum paripurna hanya mencapai 42 orang.

"Apalagi ada empat fraksi yang tidak hadir, ya otomatis masyarakat akan bertanya-tanya dan tentunya menimbulkan kekecewaan. Jadi buat apa buat agenda rapat paripurna kalau pada akhirnya tidak ada hasil," katanya.

Dengan tidak adanya usulan calon Pj Gubernur Sulsel pengganti Andi Sudirman Sulaiman, maka pemerintah pusat bisa saja tidak memilih lagi nama-nama sesuai kemauan masyarakat lewat DPRD Sulsel.

"Padahal kemendagri memberikan kesempatan kepada DPRD, namun ternyata tidak diproses. Sehingga DPRD tidak berhak lagi menuntut banyak karena mereka sendiri tidak amanah," tandasnya.