BUKAMATA - Kejadian menggemparkan terjadi ketika seorang alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan inisial AF.
AF diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Lampung.
Insiden tragis ini terjadi saat AF sedang menjalani masa magang.
Pelaku diduga melakukan pengeroyokan atas perintah seorang pejabat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung.
Meskipun korban sudah mengalami kesulitan bernafas, pengeroyokan tersebut berlanjut, mengakibatkan kondisinya semakin parah.
Pengeroyokan ini akhirnya terhenti ketika AF tergeletak tak sadarkan diri dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Luka-lukanya cukup serius sehingga memerlukan perawatan intensif.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra, mengonfirmasi kejadian ini.
"Kami telah menerima laporan tentang peristiwa ini," ujar Dennis pada Rabu (9/8/2023).
Dari hasil penyelidikan, terlapor yang merupakan atasan korban diketahui memiliki jabatan Kabid Pengadaan, Mutasi, dan Pemberhentian Pegawai di BKD Lampung.
Ternyata, selain AF, empat korban lainnya juga diduga menjadi korban penganiayaan oleh atasan tersebut. Namun, AF mengalami luka yang paling parah di antara mereka, bahkan sempat kehilangan kesadaran.
Keterangan dari paman AF, Edi Sahri, mengungkapkan bahwa keponakannya bersama empat rekan lainnya sedang menjalani masa magang di kantor BKD Lampung.
Saat itu, lima dari mereka ditahan di dalam ruangan dan menjadi korban pengeroyokan.
AF menderita luka serius, bahkan mengalami pingsan akibat dadanya dihantam berkali-kali.
Meskipun telah mengangkat tangan sebagai isyarat menyerah karena kesulitan bernafas, pengeroyokan terus berlanjut oleh sejumlah orang.
Paman AF menjelaskan bahwa keponakannya baru satu minggu menjalani magang setelah lulus dari IPDN.
Insiden ini memunculkan keprihatinan dan kecaman dari berbagai pihak terhadap tindakan kekerasan yang tak manusiawi.