Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 08 Agustus 2023 20:29

Kick Off Integrasi Pertumbuhan Ekonomi Hijau ke Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025 - 2045 Provinsi Sulsel, dilaksanakan di Hotel Claro Makassar, Selasa, 8 Agustus 2023.
Kick Off Integrasi Pertumbuhan Ekonomi Hijau ke Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025 - 2045 Provinsi Sulsel, dilaksanakan di Hotel Claro Makassar, Selasa, 8 Agustus 2023.

ICRAF Fasilitasi Pemprov Sulsel Integrasikan Pertumbuhan Ekonomi Hijau Dalam RPJPD 2025 - 2045

Pertumbuhan ekonomi hijau merupakan jembatan antara rencana pembangunan dan rencana tata ruang.

MAKASSAR, BUKAMATA - Lembaga penelitian yang berpusat di Kanada, ICRAF, memfasilitasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi hijau ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025 - 2045 Provinsi Sulsel.

Kick Off Integrasi Pertumbuhan Ekonomi Hijau ke Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025 - 2045 Provinsi Sulsel, dilaksanakan di Hotel Claro Makassar, Selasa, 8 Agustus 2023. Kegiatan ini dihadiri Direktur ICRAF Wilayah Asia Dr Sonya Dewi, Asisten II Pemprov Sulsel dr Ichsan Mustari, serta Ir Suciati Sapta Margani MSi selaku Fungsional Perencanaan Bappelitbangda Provinsi  Sulsel.

Sonya Dewi mengungkapkan, ICRAF yang berkantor pusat di Kanada, merupakan lembaga penelitian yang fokus pada perubahan iklim. Saat ini, ada tiga provinsi di Indonesia yang menjadi lokus, yakni Provinsi Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutannya ia menyampaikan, memasuki El Nino yang akan berlanjut hingga awal tahun depan, sekarang kita sudah merasakan suhu yang makin naik. Hal ini merupakan dampak perubahan iklim yang harus ditangani secara sistemik, dan meningkatkan ketahanan kita terhadap perubahan iklim.

"Program ini akan berlanjut hingga Maret 2027. Kegiatan kita juga akan terintegrasi dengan institusi nasional, termasuk Bappenas," ujarnya.

pertumbuhan ekonomi hijau, kata Sonya Dewi, merupakan jembatan antara rencana pembangunan dan rencana tata ruang. Adapun sejumlah indikatornya, diantaranya penyusunan master plan pertumbuhan ekonomi hijau, pentingnya kontribusi sektor lahan, perikanan, kelautan, kehutanan, sehingga pertumbuhan ekonomi hijau bisa berkelanjutan.

"Dalam pertumbuhan ekonomi hijau ini, pertumbuhan ekonomi harus setara, tidak dibarengi dengan dampak negatif lingkungan, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim khususnya di Sulsel dengan garis pantai yang cukup panjang, bagaimana proses perencanaan master plan pertumbuhan ekonomi hijau," jelasnya.

Sementara, Asisten II Pemprov Sulsel, dr Ichsan Mustari, mengatakan, Pemprov Sulsel berkomitmen menerapkan pertumbuhan ekonomi hijau dalam proses pembangunan, khususnya RPJPD. Integrasi ekonomi hijau menjadi bagian penting dalam melaksanakan pembangunan ekonomi di Sulsel.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa sektor lingkungan harus menjadi pertimbangan dalam rencana pembangunan di Sulsel. Kita semua berharap di dalam aktifitas ekonomi di Sulsel selalu mempertimbangkan perkembangan lingkungan. Tetap harus dilakukan mitigasi dan juga adaptasi," jelasnya. (*)

 

#ICRAF Indonesia #Pemprov Sulsel #Pertumbuhan ekonomi hijau