Hikmah : Rabu, 02 Agustus 2023 14:00
Intermittent fasting adalah salah satu metode diet yang dilakukan untuk mengurangi berat badan

BUKAMATA - Tika Panggabean, personel grup Project Pop, telah berhasil menurunkan berat badannya dengan metode diet intermittent fasting selama hampir 10 tahun.

Ia fokus pada olahraga kardio sebagai bagian dari rutinitasnya. Tubuh yang lebih langsing merupakan bonus dari upaya diet ini.

Intermittent fasting adalah metode diet yang berfokus pada waktu makan, dengan beberapa jenis pilihan yang populer di masyarakat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat membantu menurunkan berat badan dengan efektif.

Namun, perlu diingat bahwa metode diet ini juga bisa menyebabkan beberapa efek samping seperti kelaparan, kelelahan, insomnia, mual, dan sakit kepala.

Meskipun demikian, intermittent fasting umumnya aman untuk dilakukan dan dapat membantu menurunkan risiko penyakit terkait obesitas dan diabetes.

Jenis Intermittent fasting (IF)?


Berikut adalah beberapa jenis umum dari intermittent fasting:

Alternate-day Fasting: Makan makanan normal pada satu hari dan berpuasa atau makan dalam porsi kecil (kurang dari 500 kalori) di hari berikutnya.

5:2 Fasting: Makan makanan normal selama lima hari dalam seminggu, kemudian berpuasa total atau mengonsumsi porsi kecil makanan selama dua hari dalam seminggu.

Daily Time-Restricted Fasting: Makan secara normal dalam jendela waktu tertentu setiap harinya, misalnya, hanya makan dalam waktu delapan jam per hari dan berpuasa selama 16 jam.

Intermittent fasting dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolik dengan merangsang pembakaran lemak dan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.

Namun, seperti metode diet lainnya, perlu diingat bahwa setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap metode ini, dan konsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai diet ini disarankan.

BERITA TERKAIT