Pemkab Pinrang Gelar Doa dan Dzikir Sambut Tahun Baru 1448 Hijriah
15 Juni 2026 22:07
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Diknas Jeneponto, Hasanuddin, berjanji akan memanggil Kepala Sekolah SD 44 Bantaulu terkait hal ini.
JENEPONTO, BUKAMATA - Para orangtua murid SDN 44 Bantaulu, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, meminta agar Dinas Pendidikan Jeneponto mengevaluasi kepala sekolah dan guru sekolah tersebut. Penyebabnya, proses belajar mengajar murid kerap dihentikan dengan alasan yang tidak jelas.

Ketua LPK Sulsel, Anwar Hasan, mengatakan, sejumlah orang tua murid geram hingga kecewa dengan ulah Kepala Sekolah yang sering terlambat datang ke sekolah, namun pulangnya lebih cepat.
"Terbukti pada hari ini sekira jam 9.20 WITA, sekolah sudah tertutup, padahal masih jam belajar. Hampir beberapa kali tidak seorang pun ada di sekolah padahal hari kerja. Berharap kepala sekolah dan gurunya dievaluasi," ujarnya, Rabu, 2 Agustus 2023.
Belajar mengajar di SD tersebut dihentikan, dengan alasan yang kurang tepat. "Masa dengan alasan itu, ada orang tua guru yang meninggal, lalu belajar mengajar dihentikan dan sekolah ditutup. Tidak hanya kali ini begitu, sering terjadi belum waktu pulang kelas 1-6, sekolah sudah kosong," beber Anwar.
Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Diknas Jeneponto, Hasanuddin, berjanji akan memanggil Kepala Sekolah SD 44 Bantaulu terkait hal ini.
"Kami belum bisa mengambil keputusan sebelum kami memanggil kepseknya untuk dimintai keterangan terkait persoalan itu. Nanti kami panggil dulu kepseknya," kata Hasanuddin. (*)