Pengumuman ini disampaikan oleh PPID Dinas PU Kota Makassar, Hamka Darwis, melalui rilis pers pada Senin (31/7/2023).
Normalisasi saluran sekunder ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan dari Kelurahan Buloa yang mengindikasikan banyaknya sampah, eceng gondok, dan sedimen yang dapat menyebabkan genangan air saat musim hujan tiba di lokasi tersebut.
Beberapa lokasi bahkan terdampak dengan genangan air rata-rata mencapai 30-60 cm.
Proses normalisasi meliputi pengerukan sedimen dalam saluran, pembersihan sampah dan eceng gondok menggunakan alat berat, serta normalisasi saluran tersier yang terhubung langsung ke saluran sekunder.
Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong bersama Tim Kelurahan Buloa dan Tim Kecamatan Tallo.
Kepala DPU Makassar, Zuhaelsi Zubir, ST., MT, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan normalisasi ini adalah untuk meminimalisir genangan air yang sering terjadi di Wilayah Kelurahan Buloa dan Kaluku Bodoa Kecamatan Tallo.
"Kegiatan normalisasi ini diharapkan dapat meminimalisir genangan yang terjadi di wilayah tersebut, dan ini merupakan hasil dari rapat koordinasi sebelumnya bersama para Kepala Kecamatan dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar. Kami berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan ini secara berkelanjutan," tambah Zuhaelsi Zubir, ST., MT.
BERITA TERKAIT
-
Dinas PU Makassar Gelontorkan Rp10,6 Miliar untuk Perbaikan Akses TPA Antang, Dikerjakan Tahun 2026
-
Solusi Banjir Manggala, Dinas PU Makassar Perbesar Box Culvert dan Benahi Drainase Blok 8 dan 10
-
BPBD Makassar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa banjir, Evakuasi Dilakukan di Titik Rawan
-
Hujan Deras Guyur Makassar, Satgas Drainase Bergerak Cepat Tangani Genangan di Pettarani
-
Laporan Pagi, Jalan Mulus Siang Hari, Gerak Cepat Munafri Tangani Jalan Berlubang