MAKASSAR, BUKAMATA - Rombongan pengantar jenazah di Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, nekat melawan arus lalu lintas. Itu mereka lakukan saat jalan tersebut dikepung macet akibat adanya aksi unjuk rasa.
Rombongan ini terpaksa menutup sebagian lajur jalan. Akibatnya pengendara yang melintas di jalur tersebut harus mengalah. Kondisi ini kemudian menambah kemacetan.
AKBP Amin Toha angkat bicara terkait hal tersebut. Ia mengatakan, saat itu ada aksi unjuk rasa di Jalan Urip Sumoharjo, sehingga pada saat bersamaan, ada iring-iringan jenazah yang melintas.
"Saat itu ada petugas kepolisian yang mengarahkan untuk mengakomodir dan di sisi lain untuk melintas di jalan tersebut," katanya, Rabu, 26 Juli 2023.
Ia menjelaskan, untuk kedepan, bagi masyarakat yang akan mengantar jenazah setidaknya memberikan informasi. Karena pihaknya sudah menyiapkan pengawalan.
"Kami harap ke Polsek terdekat bisa meminta pengawalan. Karena pengawalan itu gratis. Dari Satlantas Polrestabes Makassar termasuk jajaran Polsek, kita sudah memberikan informasi lewat media. Hal itu diatur dalam pasal 134 UU lalulintas bahwa ada kendaraan prioritas bagi rombongan," terangnya.
"Salah satunya adalah iring-iringan jenazah, namun demikian lebih bagus lagi sesuai dengan pasal 134 ayat 1 untuk rombongan jenazah itu dilakukan pengawalan kepada pihak kepolisian," sambungnya.
Sehingga, kata Amin Toha, nanti bisa memberikan kelancaran dan keselamatan bagi para pengendara tersebut.
Perwira polisi berpangkat dua melati ini menuturkan, pada dasarnya untuk urutan kendaraan ambulance untuk mengantar orang sakit prioritas nomor dua setelah pemadam kebakaran yang melaksanakan tugas ataupun kendaraan yang akan menolong.
"Namun demikian, untuk pengantar jenasah juga masuk kategori dari tujuh kriteria kendaraan yang diprioritaskan. Kalau yang dipukul (kendaraan viral di media sosial) kami masih menunggu juga respon dari korban," bebernya.
Ia berharap, untuk semua pengguna jalan itu saling menghormati dan lebih tertib.
"Kalau iring-iringan jenazah tentunya ada aturan dan orang lain juga sebagai pengguna jalan harus kita jaga," tutupnya.
(*)
BERITA TERKAIT
-
Wali Kota Makassar Apresiasi Polrestabes Ungkap 20 Kilogram Narkotika dan Kasus Penculikan Balqis
-
Bilqis Kembali ke Pelukan Keluarga, Pemkot Makassar Apresiasi Tim Jatanras dan Berikan Penghargaan
-
Pemkot - Polrestabes Makassar Mantapkan Sinergi Wujudkan Kota Aman dan Melayani
-
Balita 4 Tahun Diduga Diculik di Taman Pakui Sayang, Polrestabes Makassar Belum Tetapkan Tersangka
-
Polrestabes Makassar Pecat Anggota yang Mangkir Enam Bulan