Hikmah
Hikmah

Rabu, 26 Juli 2023 15:38

Kabar Gembira! Lembaga Pemeringkat R&I Naikkan Outlook Ekonomi Indonesia dari Stabil Menjadi Positif

Kabar Gembira! Lembaga Pemeringkat R&I Naikkan Outlook Ekonomi Indonesia dari Stabil Menjadi Positif

Pada tanggal 25 Juli 2023, R&I secara resmi meningkatkan outlook Republik Indonesia menjadi positif dari sebelumnya stabil. Indonesia juga mempu mempertahankan peringkay pada BBB+ (dua level di atas tingkat terendah Investment Grade).

BUKAMATA - Dampak pandemi covid-19 dan fluktuasi ekonomi dunia nampaknya mulai meninggalkan Indonesia. Angin segar bagi kondisi ekonimi Indonesia datang dari proyeksi Lembaga Pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I)

Pada tanggal 25 Juli 2023, R&I secara resmi meningkatkan outlook Republik Indonesia menjadi positif dari sebelumnya stabil. Indonesia juga mempu mempertahankan peringkay pada BBB+ (dua level di atas tingkat terendah Investment Grade).

Keputusan R&I ini didukung oleh kinerja ekonomi yang tetap kuat dan ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Apalagi inflasi dan defisit fiskal yang kembali dalam target lebih cepat dari perkiraan, stabilitas keuangan yang terjaga, serta tren penurunan rasio utang Pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menanggapi keputusan R&I tersebut dengan menyatakan bahwa peningkatan outlook Indonesia menunjukkan keyakinan kuat pemangku kepentingan internasional atas stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga.

Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik serta melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Bank Indonesia juga akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah untuk mendukung percepatan transformasi ekonomi menuju ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan," jelasnya.

R&I memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap solid pada 2023, meski sedikit tertahan pada paruh kedua.

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan PDB akan berada pada kisaran 5,0%-5,3% pada 2023.

Faktor penting dalam pencapaian target pertumbuhan jangka menengah adalah kebijakan struktural terkait perbaikan lingkungan bisnis, pembangunan infrastruktur, dan penguatan sumber daya manusia.

R&I memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh pada kisaran 5% untuk tahun 2024 dan beberapa tahun selanjutnya.

Stabilitas harga juga akan tetap terjaga dengan disiplin kebijakan moneter dan sinergi dengan Pemerintah.

Dari sisi fiskal, Pemerintah berhasil mengendalikan defisit fiskal di bawah 3% dari PDB satu tahun lebih awal dari target.

R&I meyakini bahwa pada tahun 2023, penerimaan Pemerintah akan tetap kuat, didukung oleh kebijakan reformasi pajak, dan pengeluaran Pemerintah yang terkendali sesuai target.

Pemerintah memperkirakan defisit fiskal pada 2023 akan mencapai 2,3% dari PDB, lebih rendah dari target awal sebesar 2,8% dari PDB, sehingga berdampak pada rasio utang Pemerintah terhadap PDB yang menurun.

Sebelumnya, R&I telah mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB+ dengan outlook stabil pada 4 Juli 2022.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.