Hikmah : Rabu, 26 Juli 2023 16:38
Rasyid (47) peserta JKN-KIS penerima bantuan iutan BPJS Kesehatan usai menjalani kontrol pertama setelah menjalani operasi pengangkatan tumor jinak di pelipisnya.

MAKASSAR, BUKAMATA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan perubahan besar dari sisi pelayannnya. Berkat perubahan ini, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat positifnya.

Seperti pengalaman menyenangkan yang dialami Rasyid (47). Rasyid baru saja selesai menjalankan prosedur operasi pengangkatan tumor dari dahinya, Rabu (5/7/2023).

Warga kabupaten Sinjai ini mengaku sangat terbantu dengan keringkasan proses administrasi dan gerak cepat petugas kesehatan sejak dari FKTP Puskesmas Jongaya hingga ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Pelayanan Prima Tanpa Pandang Strata

Rasyid merupakan warga kurang mampu penerima bantuan iuran JKN-KIS. Dia mengaku takjub dengan pelayanan yang diterimanya. Sebagai masyarakat yang jarang bahkan tidak pernah  berobat ke rumah sakit, Rasyid merasa mendapat perlakuan yang sangat istimewa.

"Saya sakit sudah 3 tahun tapi saya takut ke rumah sakit. Takut ada bayar mahal dan saya tidak tahu alur-alurnya. Waktu saya ke Makassar, diajak anakku ke puskesmas dekat rumahnya untuk periksa, saya masih sempat ragu. Ternyata dirujuk ke rumah sakit, dan itu semua cepat sekali prosesnya," kata Rasyid kepada Bukamatanews, saat ditemui di rumah anaknya, Rabu (26/7/2023).

"Karena waktu saya periksa ke puskesmas itu ternyata hari ulang tahunku, petugas di sana bahkan memberi saya ucapan selamat ulang tahun. Mereka tidak peduli saya ini masuk umum atau pakai kartu JKN yang dibayarkankan pemerintah, mereka tetap baik dan ramah," lanjutnya.

Berobat 'Sat-set'

Rismawaty Rasyid (26), yang merupakan anak semata wayang Rasyid, membenarkan hal tersebut. Risma bersaksi bahwa pelayanan yang diterima ayahnya sangat baik. Dokter dan perawat memberikan pelayanan yang prima.

"Dari periksa di puskesmas sampai operasi itu cuma 3 hari, kami periksa Senin (3/7/2023), dirujuk ke RS, jalani tes laboratorium Selasa siang, dan disuruh puasa untuk besok operasi," kata Risma.

Salah satu perubahan yang paling dirasakan Risma adalah ringkasnya proses administrasi.

"Sebelumnya, ketika saya ingin berobat, saya harus mencari dan melampirkan fotokopi kartu JKN, KTP, atau KK saya. Ini kadang-kadang memakan waktu dan menyulitkan. Sekarang dengan menggunakan NIK, semuanya menjadi lebih sederhana. Saya hanya perlu memberikan NIK ayah saya, dan staf rumah sakit langsung memverifikasinya dalam sistem. Prosesnya lebih cepat dan efisien," ungkap Risma.

Risma sangat mengapresiasi perubahan tersebut. Menurutnya, salah satu yang paling dibutuhkan pasien adalah efisiensi waktu dalam mengurus urusan administrasi. Makanya inovasi ini benar-benar mempermudah.

Diketahui, BPJS Kesehatan telah menerapkan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai nomor identitas peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak Maret 2023 lalu. Inovasi ini dilakukan BPJS Kesehatan untuk mempermudah akses layanan di fasilitas kesehatan.

Selain memberikan kemudahan, penggunaan NIK ini juga untuk meningkatkan kualitas mutu layanan yang diberikan kepada peserta JKN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti  dalam sebuah pernyataan mengatakan, pemberlakuan NIK sebagai identitas peserta JKN selaras dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

“NIK menjadi identitas tunggal untuk ke depannya akan diberlakukan untuk semua urusan pelayanan publik, salah satunya adalah pelayanan kesehatan Program JKN. Saat ini impian tersebut sudah terwujud. Peserta JKN bisa mengakses layanan kesehatan yang diperlukan dengan memanfaatkan NIK saja,” keterangan tertulisnya seperti dikutip dari laman resmi BPJS Kesehatan .

Ketentuan tersebut juga disebutkan dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang terakhir diubah menjadi Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan.

Naik Kelas Tanpa Biaya Tambahan

Selain itu, kata Risma, momen yang paling berkesan baginya selama proses pengobatan, adalah  pihaknya sama sekali tidak mengeluarkan biaya satu rupiah pun.  Bahkan ayahnya mendapatkan kamar inap kelas dua karena pada saat itu kamar inap untuk kelas tiga sedang penuh.

"Ayahku ditempatkan di kelas dua, ruangannya nyaman dan bersih, padahal JKN nya itu yang bersubsidi dibayarkan pemerintah, tapi semuanya gratis. Jadi kalau ada yang bilang pengguna JKN itu mendapat diskriminasi atau dipersulit, kami sama sekali tidak merasakan itu. Alhamdulillah pelayanannya sangat bagus," katanya.

Perubahan ini merupakan hasil kerjasama antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan pihak rumah sakit dan layanan kesehatan lainnya. BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan kepuasan kepada peserta JKN.

Melalui perubahan ini, diharapkan peserta JKN dapat merasakan manfaat nyata dari program JKN dan merasa lebih terbantu dalam mengakses layanan kesehatan.

Dengan memudahkan proses berobat, menghapus biaya tambahan, dan menghilangkan diskriminasi, program JKN semakin mendekatkan diri pada tujuan utamanya, yaitu memberikan perlindungan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.

Komitmen Rumah Sakit

Kepala Rumah Sakit Tingkat II Bhayangkara Makassar Kombes Pol dr Bambang Triambodo  mengatakan, dengan koordinasi yang intens dengan pihak BPJS Kesehatan, RS Bhayangkara berusaha memaksimalkan pelayanan kepada seluruh pasien. Termasuk para peserta JKN-KIS.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi pelayanan kesehatan untuk membeda-bedakan para pasien. 

"Karena sejatinya nyawa manusia itu tidak memandang strata maupun kasta. Semua nyawa sama berharganya. Dan sama-sama berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik dari rumah sakit," jelasnya. 

Kombes Pol Bambang menjelaskan bahwa seluruh pegawai rumah sakit yang melakukan pelayanan terhadap pasien telah mendapatkan pembekalan ilmu pengetahuan dan tata cara pelayanan terhadap pasien.

"Olehnya kami berharap kedepan seluruh pasien dapat merasakan pelayanan yang sama," tutupnya.

 

 

TAG

BERITA TERKAIT