15 Orang Tewas dalam Kecelakaan Kapal Feri di Perairan Sulawesi, Media Internasional Soroti Hal Berikut
"Kecelakaan sering terjadi karena standar keselamatan yang longgar sering memungkinkan kapal-kapal tersebut mengangkut penumpang melebihi kapasitas maksimal tanpa dilengkapi peralatan penyelamat yang memadai," seperti diberitakan Reuters.
KENDARI, BUKAMATA - Kabar duka kembali datang dari dunia pelayaran tanah air.

Pada Senin 27 Juli, setidaknya 15 orang tewas dan 19 lainnya hilang setelah sebuah kapal feri tenggelam di Teluk Mawasangka Tengah, demikian disampaikan oleh Basarnas Kendari.
Kapal yang mengangkut 40 orang tersebut tenggelam setelah tengah malam waktu setempat, demikian diungkapkan oleh Basarnas dalam sebuah pernyataan.
Kepala Basarnas Kendari, Muhamad Arafah, menyatakan bahwa akibat dari kecelakaan tersebut, 15 orang yang merupakan warga Desa Lagili, Kecamatan Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah, meninggal dunia, sementara enam orang berhasil diselamatkan.
"Keseluruhan korban meninggal dunia setelah dilakukan identifikasi di Puskesmas Mawasangka Timur, langsung diserahkan kepada keluarga. Sedangkan korban yang selamat, saat ini sementara dilakukan perawatan," jelasnya.
Kejadian nahas ini menjadi sorotan media International Reuters. Dalam sebuah berita yang diterbitkan reuters hari ini. Media besar asal AS tersebut menyoroti kerap terjadinya kecelakaan di perairan Indonesia akibat lemahnya pengawasan.
"Kecelakaan sering terjadi karena standar keselamatan yang longgar sering memungkinkan kapal-kapal tersebut mengangkut penumpang melebihi kapasitas maksimal tanpa dilengkapi peralatan penyelamat yang memadai," seperti diberitakan Reuters.
Foto-foto yang dibagikan oleh Basarnas memperlihatkan tubuh korban tertutupi kain di lantai rumah sakit setempat.
Saat ini, pihak berwenang masih mencari korban lainnya dari tragedi kapal tenggelam tersebut.
"Sementara korban yang masih dalam pencarian sebanyak 19 orang, perkiraan sesuai laporan awal, jumlah korban ada sebanyak 40 orang," sebutnya.
Tim pencari akan menyelam di sekitar lokasi kecelakaan, sementara tim lainnya akan mencari di permukaan air menggunakan perahu, kata Arafah.
Kapal tersebut mengangkut orang melintasi sebuah teluk di Pulau Muna, sekitar 200 km sebelah selatan Kendari, ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara.
News Feed
Berita Populer
22 Juni 2026 01:05
22 Juni 2026 01:14
22 Juni 2026 07:39
