Waspada! 5 Jenis Makanan Ini Bisa Percepat Kerusakan Fungsi Ginjal
14 Mei 2026 21:23
"Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dini dan memahami bagaimana terorisme dan radikalisme dapat mempengaruhi pemuda dan pelajar," ujarnya.
PAREPARE,BUKAMATA - Pemerintah Kota Parepare, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), menggelar sosialisasi tentang peningkatan kewaspadaan dini terhadap potensi terorisme dan radikalisme kepada pemuda dan pelajar.

Acara tersebut digelar di Hotel Pare Beach pada Selasa (18/7/2023) dan dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kota Parepare, Eko Wahyu Ariyadi.
Eko Wahyu Ariyadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa terorisme dan radikalisme merupakan ancaman serius bagi negara dan masyarakat pada umumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
"Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dini dan memahami bagaimana terorisme dan radikalisme dapat mempengaruhi pemuda dan pelajar," ujarnya.
Eko juga menjelaskan bahwa terorisme dan radikalisme dapat berdampak signifikan terhadap pemuda dan pelajar, serta dapat memengaruhi masa depan mereka secara serius. Pemuda dan pelajar rentan terhadap pengaruh ideologi yang merusak yang dapat ditanamkan oleh kelompok-kelompok teroris dan radikal.
"Mereka dapat terpapar propaganda yang menyesatkan melalui media sosial, internet, atau bahkan di lingkungan sekitar mereka. Hal ini dapat mengubah pola pikir, sikap, dan perilaku mereka," tambahnya.
Eko juga mengingatkan bahwa terorisme dan radikalisme bisa membuat pemuda dan pelajar merasa terasing dari masyarakat atau kelompok mereka sendiri. Mereka mungkin merasa tidak diterima atau diabaikan, yang bisa menciptakan rasa ketidakpuasan dan frustrasi. Hal ini dapat mendorong mereka mencari identitas dan kedekatan di kelompok-kelompok yang merusak.
"Pemuda dan pelajar dapat terlibat dalam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok teroris atau radikal. Mereka bisa dipengaruhi oleh pemikiran ekstrem dan keyakinan bahwa kekerasan adalah cara untuk mencapai tujuan mereka. Hal ini bisa merugikan diri mereka sendiri dan masyarakat," tegasnya.
Untuk mencegah penyebaran terorisme dan radikalisme di kalangan pemuda dan pelajar, Eko Wahyu Ariyadi menekankan perlunya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah kota dari berbagai aspek.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan kewaspadaan dini dan ketahanan terhadap ancaman terorisme dan radikalisme di kalangan pemuda dan pelajar. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memahami lebih baik tentang bagaimana proses radikalisasi terjadi dan bagaimana cara mencegahnya. Kami juga akan mempelajari tanda-tanda peringatan, strategi pencegahan, dan pentingnya melibatkan pemuda dan pelajar dalam upaya ini," pungkasnya.