Redaksi : Senin, 17 Juli 2023 11:22
jane birkin yang menginspirasi terciptannya tas Birkin keluaran brand mewah Hermes

BUKAMATA - Aktris dan penyanyi kelahiran Inggris, Jane Birkin, yang dikenal sebagai sosok ikonik di Prancis pada era 1960-an, telah meninggal dunia di Paris pada usia 76 tahun.

Kementerian Budaya Prancis menyatakan bahwa negara itu telah kehilangan "timeless Francophone icon."

Media lokal melaporkan bahwa ia ditemukan meninggal di rumahnya, dengan mengutip orang-orang terdekatnya.

Birkin pernah mengalami stroke ringan pada tahun 2021 setelah mengalami masalah jantung dalam beberapa tahun sebelumnya.

Birkin dikenal di luar negeri melalui hitsnya pada tahun 1969 bersama kekasihnya saat itu, mendiang penyanyi dan penulis lagu Prancis, Serge Gainsbourg, dengan lagu berjudul "Je t'aime ... moi non plus" yang berisi konten seksual eksplisit.

Ia telah tinggal di Prancis sejak akhir 1960-an dan selain menjadi penyanyi dan berperan dalam puluhan film, ia juga dikenal sebagai sosok yang hangat dan gigih dalam memperjuangkan hak perempuan dan LGBTQ.

"Orang Inggris yang paling Parisian telah meninggalkan kita," kata Wali Kota Paris, Anne Hidalgo.

"Kita tidak akan pernah melupakan lagu-lagunya, tawanya, dan aksen yang tak tertandinginya yang selalu menyertai kita."

Jane Mallory Birkin lahir di London pada Desember 1946, putri dari aktris Inggris, Judy Campbell, dan komandan Angkatan Laut Kerajaan, David Birkin.

Ia pertama kali tampil di panggung pada usia 17 tahun dan kemudian muncul dalam musikal "Passion Flower Hotel" karya konduktor dan komposer John Barry pada tahun 1965, yang kemudian menjadi suaminya. Pernikahan mereka berakhir pada akhir 1960-an.

Sebelum memasuki kancah hiburan Prancis pada usia 22 tahun, ia mencapai ketenaran dengan perannya dalam film kontroversial "Blow-Up" karya Michelangelo Antonioni pada tahun 1966, di mana ia tampil telanjang dalam adegan seks bertiga.

Namun, di Prancis, ia benar-benar menjadi terkenal, baik karena hubungannya dengan bintang nasional yang penuh tekanan, Gainsbourg, maupun karena gaya tomboinya dan aksen Inggris yang menggemaskan saat berbicara dalam bahasa Prancis, yang beberapa orang mengatakan ia sengaja kembangkan.

Setelah berakhirnya hubungan tersebut pada tahun 1981, ia melanjutkan karirnya sebagai penyanyi dan aktris, tampil di atas panggung dan merilis album seperti "Baby Alone in Babylone" pada tahun 1983, dan "Amour des Feintes" pada tahun 1990, keduanya dengan lirik dan musik oleh Gainsbourg.

Ia menulis albumnya sendiri yang berjudul "Arabesque" pada tahun 2002, dan pada tahun 2009 merilis koleksi rekaman konser berjudul "Jane at the Palace."

"Sungguh tak terbayangkan hidup di dunia tanpamu," kata penyanyi Prancis, Etienne Daho, yang memproduksi dan menggubah album terakhir Birkin pada tahun 2020.

Pada saat pengambilan gambar film "Slogan" pada tahun 1969, Birkin pertama kali bertemu dengan Gainsbourg, yang saat itu sedang pulih dari putus cinta dengan Brigitte Bardot, dan keduanya dengan cepat menjalin hubungan percintaan yang memikat bangsa itu.

Tahun yang sama, mereka merilis lagu "Je T'Aime ... Moi Non Plus" ("Aku Mencintaimu ... Aku Juga Tidak"), sebuah lagu tentang cinta fisik yang awalnya ditulis untuk Bardot, di mana lirik eksplisit Gainsbourg diiringi oleh desahan dan ratapan napas Birkin.

Lagu tersebut dilarang oleh BBC dan dikutuk oleh Vatikan.

Kebiasaan minum Gainsbourg akhirnya menghancurkan hubungan mereka, dan Birkin meninggalkannya pada tahun 1981 untuk tinggal bersama sutradara film Jacques Doillon.

Namun, ia tetap dekat dengan penyanyi yang bermasalah tersebut hingga kematiannya pada Maret 1991.

Pada saat itu, ia menjadi inspirasi bagi tas Birkin terkenal dari brand mewah Prancis, Hermes, setelah CEO Jean-Louis Dumas melihatnya kesulitan dengan tas jerami di pesawat menuju London, sehingga isinya tumpah di lantai.

 

BERITA TERKAIT