TAKALAR,BUKAMATA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar terus berinovasi dan menggalang upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Takalar. Hal ini dilakukan agar angka stunting tahun ini bisa menurun sesuai target nasional.
Upaya penurunan itu tentu bukan hal mudah tetapi bukan juga hal mustahil, untuk itu diperlukan kolaborasi seluruh stakeholder yang ada di Takalar.
Kepala Dinas P2KBP3A Takalar, dr. Asriadi Ali selaku
leading sector penanganan stunting di Kabupaten Takalar menyampaikan bahwa stunting ini tidak bisa kita selesaikan tanpa peran serta dari semua.
"Stunting mengancam masa depan bangsa. Jadi kita mengajak seluruh stakeholder ambil bagian untuk mengatasi masalah stunting di Kabupaten Takalar," kata Asriadi Ali dalam rilis jumat (14/7/2023).
Asriadi Ali melanjutkan bahwa salah satu upaya kolaborasi tersebut adalah dengan melibatkan dunia kampus.
Nah mumpung Kab. Takalar menjadi lokus KKN mahasiswa Unhas kenapa kita tidak kerja sama untuk menjadikan upaya penurunan stunting menjadi bagian dari program kerja mereka selama di Takalar. Pangkas dr. Adi.
Sementara Ketua TP PKK, Sri Astuti Thamrin, S.Si, M.Stat, Ph.D, yang juga sebagai Dosen Pengampu KKN (DPK) menyambut baik upaya kolaborasi ini.
Kegiatan di aula Kantor Dinas P2KBP3A ini merupakan upaya yang positif untuk melibatkan mahasiswa KKN Unhas gel 110 dalam membantu pencegahan stunting dan percepatan penurunan angka stunting di kab Takalar. Pangkas Sri Astuti Thamrin.
Kami hadirkan puluhan mahasiswa hari ini yang merupakan koordinator kecamatan dan desa untuk dilatih serta dilibatkan memonitoring kerja stunting dibeberapa desa, sebagai evaluasi ke depan apakah penanganan stunting sudah efektif
dan efesien atau belum.
Percepatan penurunan stunting adalah hal wajib yang harus terus digenjot, oleh karenanya diperlukan kerja ekstra untuk di Tahun 2023 ini, agar angka stunting bisa turun signifikan. Tutup Sri Astuti.