BUKAMATA - Dilaporkan sebanyak 91 orang jemaah haji asal Indonesia meninggal di Arab Saudi. Data kemungkinan masih terus bertambah.
Selain yang meninggal dunia, di konfirmasikan juga jemaah haji sedang sakit dan sedang dirawat. Hingga kini, mencapai 267 orang.
Data diatas berdasarkan data real time Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag RI pada Senin, 19 Juni 2023 pukul 19.00 WIB.
Dari jumlah 91 jamaah haji Indonesia yang wafat, ada yang meninggal di Madinah, Jeddah maupun Makkah.
Data tersebut dapat diklasifikasikan dalam dua kategori.Yakni, Risti dan non-risti. Jamaah wafat dalam kategori risti 53 orang. Sedangkan yang non-risti 38 orang.
Koordinator Media Center Haji (MCH) Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Pusat Dodo Murtado dalam konferensi persnya menjelaskan pengurusan jenazah jamaah yang meninggal di tanah suci akan dibadalkan.
“Sesuai ketentuan, jamaah yang wafat akan dibadalhajikan,” terang Dodo, Senin (19/6/2023).
Sebagai informasi, ada 4 hak Jamaah Haji Indonesia ketika Meninggal Dunia, pertama, mendapat layanan pemulasaran jenazah gratis; kedua, dibadalhajikan dan mendapatkan sertifikat.
Ketiga, mendapatkan asuransi senilai Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) yang disetorkan jamaah, dan; keempat, keluarga mendapat layanan pengembalian barang almarhum.
BERITA TERKAIT
-
Rencana Pemberangkatan Jemaah Haji Naik Kapal Laut Ditolak BP Haji
-
Permudah Koordinasi, Penempatan Jemaah Haji Gelombang II di Madinah Berbasis Kloter
-
Disambut Bupati Irwan Hamid, Jemaah Haji Asal Kabupaten Pinrang Tiba di Debarkasi Makassar, Satu Orang Meninggal Dunia
-
2.760 Jemaah Haji Indonesia Mulai Dipulangkan Besok
-
Jumlah Jemaah Haji 2025 Turun Drastis, Terendah dalam 30 Tahun