MAKASSAR,BUKAMATA - Dinas Perhubungan Kota Makassar melalui Kasie Transportasi Individu, Anang Asjuriansjah dan Kasie Transportasi Publik, Drs. Muhammad Tibrisi Mustari, melaksanakan survey lokasi tambatan perahu di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Pampang, Kelurahan Parangloe, dan Kelurahan Buloa pada Selasa (20/06/2023).
Dalam kegiatan ini, petugas dari Bidang Moda Transportasi juga turut hadir untuk memberikan penjelasan mengenai sejumlah titik lokasi tambatan perahu kepada pihak kelurahan, tokoh masyarakat, serta RT/RW setempat. Rencananya, tambatan perahu ini akan dibangun di wilayah kelurahan tersebut guna meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan transportasi di daerah tersebut.
Anang Asjuriansjah dan Muhammad Tibrisi Mustari menyampaikan pentingnya pengembangan transportasi air sebagai alternatif yang efisien dan ramah lingkungan, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki akses sulit melalui jalan darat. Dengan adanya tambatan perahu di lokasi strategis, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai sarana transportasi yang aman, cepat, dan nyaman.
Selama survey dilakukan, pihak kasie transportasi berinteraksi langsung dengan pihak kelurahan, tokoh masyarakat, serta RT/RW setempat. Mereka mendengarkan masukan dan saran dari para pemangku kepentingan tersebut untuk memastikan bahwa lokasi tambatan perahu yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, petugas dari Bidang Moda Transportasi menjelaskan secara detail mengenai rencana pembangunan tambatan perahu di masing-masing kelurahan. Lokasi tambatan perahu yang direncanakan akan dibangun diharapkan dapat memudahkan akses transportasi air bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di jalan darat dan memberikan solusi transportasi yang lebih efisien.
Anang Asjuriansjah dan Muhammad Tibrisi Mustari berharap melalui survey ini, dapat terjalin kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait dalam pengembangan transportasi air. Dengan demikian, keberadaan tambatan perahu di wilayah-wilayah tersebut dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta kemajuan Kota Makassar.
Kegiatan survey lokasi tambatan perahu ini mendapatkan respons positif dari pihak kelurahan, tokoh masyarakat, dan RT/RW setempat. Masyarakat berharap agar rencana pembangunan tambatan perahu dapat segera terealisasi sehingga mereka dapat merasakan manfaatnya dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi di wilayah tersebut.