MAKASSAR,BUKAMATA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 24 hingga 26 Mei, dan dibuka oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Ballroom MaxOne Hotel Makassar.
Penilaian kinerja ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi progres dalam upaya penurunan angka stunting di Provinsi Sulawesi Selatan. Stunting merupakan masalah serius yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, oleh karena itu, berbagai langkah dan strategi harus terus diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan ini.
Khusus untuk Kota Makassar, berdasarkan hasil analisis stunting, terdapat 33 kelurahan lokus stunting pada tahun 2022, dengan kasus stunting yang tersebar di 15 kecamatan. Untuk mengatasi permasalahan stunting ini, Kota Makassar telah menerapkan konsep pentahelix dalam upaya penurunan stunting yang melibatkan unsur Pemerintah, baik Eksekutif maupun Legislatif, Organisasi Masyarakat, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, hingga Media.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mengatasi stunting. "Penurunan angka stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus berkolaborasi dan bersinergi untuk mencapai hasil yang signifikan dalam menangani permasalahan stunting di Sulawesi Selatan," ujar Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Untuk mendukung upaya percepatan penanganan stunting, Pemerintah Kota Makassar telah membuat beberapa regulasi yang relevan. Beberapa di antaranya adalah penetapan Perwali Stunting Kota Makassar tahun 2022, SK Walikota terkait Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Makassar, dan pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Makassar tahun 2022.
Hasil dari upaya ini terlihat positif, di mana prevalensi stunting di Kota Makassar pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 4,08%, dibandingkan tahun sebelumnya (2021) yang mencapai 5,23%, berdasarkan data e-PPGBM. Selain itu, berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting di Kota Makassar pada tahun 2021 adalah 18,8% dan mengalami penurunan menjadi 18,4% pada tahun 2022.
Dengan berbagai upaya dan kolaborasi yang terus ditingkatkan, diharapkan angka stunting di Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, dapat terus menurun dan mencapai target yang lebih baik. Semua pihak diharapkan terus berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas untuk masa depan yang lebih baik.