Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Rabu, 17 Mei 2023 23:16

Ketua Dekranasda Sulsel, Naoemi Octarina, menghadiri peringatan Hari Jadi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-43, yang dipusatkan di Hotel Santika, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa, 16 Mei 2023.
Ketua Dekranasda Sulsel, Naoemi Octarina, menghadiri peringatan Hari Jadi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-43, yang dipusatkan di Hotel Santika, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa, 16 Mei 2023.

HUT Dekranas ke-43, Naoemi Octarina Perkenalkan Produk Unggulan Pemprov Sulsel

Jumlah perajin di Indonesia dari waktu ke waktu terus berkurang. Hal itu tidak lepas dari belum berjalannya regenerasi para perajin.

MEDAN, BUKAMATA - Ketua Dekranasda Sulsel, Naoemi Octarina, menghadiri peringatan Hari Jadi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-43, yang dipusatkan di Hotel Santika, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa, 16 Mei 2023.

Kegiatan Dekranas mengusung tema Wirausaha Baru Tercipta, Perajin Berjaya. Dengan tema tersebut diharapkan menciptakan regenerasi perajin yang unggul, untuk bisa menggali, melestarikan warisan budaya bangsa dan lebih mencintai produk milik negeri sendiri.

Dalam kesempatan itu, istri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini mengatakan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel siap menjadi mitra pemerintah untuk mendukung peran perajin dalam meningkatkan perekonomian nasional. Khususnya di Provinsi Sulsel.

Ia juga menambahkan bahwa di HUT Dekranas ke-43 yang dipusatkan di Kota Medan ini, Pemprov Sulsel juga dilibatkan dari segi ekspo-nya.

"Kami masukkan standnya Provinsi Sulsel dan produk-produk unggulan dari kabupaten kota. Seperti kabupaten Wajo kain sutera, Kabupaten Jeneponto kain tope, kerajinan perak dari Kabupaten Takalar dengan khas tulisan lontarnya. Begitu juga dengan Bulukumba, songkok lontar dari Takalar, kain Sarita dari Toraja," ucap Naoemi Octarina, yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel.

Kata Naoemi, kain Sarita yang paling banyak dicari dan habis terjual. Tapi stoknya terbatas yang dibawa.

"Kita berharap kedepannya agar para perajin di Sulsel bisa jauh lebih kreatif lagi dan update perkembangan teknologi yang dipadukan dengan tradisional. Selain itu regenerasi Sumber Daya Manusia (SDM) bisa bekerjasama dengan SMK atau ekstrakurikuler untuk melestarikan budaya yang ada di Provinsi Sulsel," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia HUT Dekranas ke-43, Endang Sri Hayati Budi Karya Sumadi, mengatakan, tujuan kegiatan peringatan HUT Dekranas yang ke-43 ini adalah untuk memperingati terbentuknya Dekranas yang didirikan pada 3 Maret 1980 lalu. Selain itu, ajang ini menjadi ajang apresiasi dan promosi kebudayaan Indonesia yang tercermin dalam berbagai macam produk kerajinan.

Endang menjelaskan, tema yang diusung dalam HUT Dekranas ke-43 adalah Wirausaha Baru Tercipta Perajin Berjaya ini diisi dengan berbagai kegiatan pembinaan terhadap para perajin. Mulai dari pelatihan pendampingan, bantuan modal kerja, fasilitas promosi, pemasaran bakti sosial dan dasar murah webinar.

"Para peserta Dekranas ini juga memperlihatkan hasil-hasil produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Wury Ma'ruf Amin, mengatakan, Dekranas akan semakin aktif dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan perajin dan kualitas produk yang mereka hasilkan.

Selain itu, program-program Dekranas dan Dekranasda di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota tetap diselaraskan sehingga dapat bergulir secara berkesinambungan.

"Sehingga perajin kita semakin berdaya saing dan produk-produk kerajinan nusantara berbasis warisan tradisi dan budaya bangsa semakin diminati masyarakat," kata Wury.

Ia menyadari, semakin berkurangnya jumlah perajin di Indonesia dari waktu ke waktu. Hal itu tidak lepas dari belum berjalannya regenerasi para perajin.

Untuk itu, Dekranas bertekad untuk terus menciptakan wirausaha baru di bidang kerajinan atau kriya dengan pelatihan. Hal tersebut sejalan dengan tema HUT ke-43 Dekranas yaitu Wirausaha baru tercipta, perajin berjaya.

"Kami berharap Dekranas menjadi wadah pembinaan pelaku usaha UMKM khususnya di sektor kerajinan. Kami mau mendorong tumbuhnya wirausaha setelah kita melewati masa pandemi," tandasnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemprov Sulsel #Naoemi Octarina #Dekranasda