Pertempuran di Bakhmut Ukraina, Dua Komandan Rusia Dikabarkan Tewas
Kementerian Pertahanan Rusia mengungkap bahwa komandan Vyacheslav Marakov dari Brigade Senapan Bermotor dan wakil komandan Yevgeny Brovko, tewas saat mencoba menghalau serangan Ukraina.
BUKAMATA - Dua komandan militer Rusia tewas di Ukraina timur pada Minggu (14/5) waktu setempat, saat berhadapan dengan pasukan militer Ukraina di kota Bakhmut.

Kementerian Pertahanan Rusia mengungkap bahwa komandan Vyacheslav Marakov dari Brigade Senapan Bermotor dan wakil komandan Yevgeny Brovko, tewas saat mencoba menghalau serangan Ukraina.
Dalam keterangannya seperti diberitakan Reuters, Kemhan Rusia menyebut Makarov telah memimpin pasukan dari garis depan, sementara Brovko tewas secara heroik setelah mengalami banyak luka akibat pecahan peluru
Ukraina terus melancarkan serangan di utara dan selatan Bakhmut selama 24 jam terakhir. Namun militer Rusia mengklaim pasukan Ukraina tidak berhasil menembus pertahanan Rusia.

"Semua serangan oleh unit angkatan bersenjata Ukraina telah berhasil dipukul mundur," demikian keterangan Kemhan Rusia, dikutip dari Reuters.
Sementara itu bos pasukan bayaran Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, mengklaim pasukannya berhasil maju hingga 130 meter di kota Bakhmut dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Dalam pernyataan audio di Telegram, Prigozhin mengatakan pasukannya telah menguasai 28 gedung bertingkat di distrik barat Bahmut. Di area tersebut, pasukan Ukraina masih beroperasi dan berupaya mempertahankan 20 bangunan dengan luas total 1,69 km persegi.
Namun klaim Prigozhin sejauh ini belum dapat dikonfirmasi secara resmi.
Di kubu lawan, Wakil Menhan Ukraina Hanna Maliar mengonfirmasi bahwa pasukannya terus bergerak maju di sektor Bakhmut di pinggiran kota.
"Unit kami merebut lebih dari sepuluh posisi musuh di utara dan selatan Bakhmut, dan membuka area di sekitar hutan yang luas dekat Ivanivske. Tentara musuh dari unit yang berbeda ditangkap," kata Maliar.
Sejauh ini baik itu pasukan Ukraina maupun Rusia saling klaim di Bakhmut, namun belum dapat menguasai secara penuh meski perang telah terjadi selama berbulan-bulan.
News Feed
“Dua Tahun Tak Ada Berita Baik”, Mahasiswa Trisakti Kritik Pemerintah
29 Oktober 2026 22:22
Madura United Bawa 23 Pemain ke Parepare, Bidik Poin di Kandang PSM
29 Oktober 2026 21:55
Berita Populer
Refleksi Sumpah Pemuda, Ustadz Zaitun Rasmin: Jangan Biarkan Pemuda Kehilangan Arah dan Masa Depan
30 Oktober 2026 07:40
