Wiwi
Wiwi

Selasa, 11 April 2023 05:49

Ternyata 'Malas Bermesraan' Jadi Penyebab Resesi Seks di Jepang

Ternyata 'Malas Bermesraan' Jadi Penyebab Resesi Seks di Jepang

Resesi seks ini dikabarkan kini benar-benar menghantam Negeri Sakura. Ironisnya, resesi seks kini mulai berujung pada krisis populasi hingga menyebabkan banyaknya sekolah tutup di negeri itu.

BUKAMATA - Istilah 'Resesi Seks' kembali menyelimuti negara di dunia, termasuk China dan Jepang. Pemerintah banyak negara pun kemudian mesti campur tangan agar warganya kembali 'bermesraan'.

China dua pekan lalu meliburkan sekolah vokasi saat musim semi dengan tujuan memberikan kesempatan mahasiswanya 'menemukan cinta' di luar kampus. Menyusul Tiongkok, kini Jepang pun mengambil langkah yang serupa.

Resesi seks ini dikabarkan kini benar-benar menghantam Negeri Sakura. Ironisnya, resesi seks kini mulai berujung pada krisis populasi hingga menyebabkan banyaknya sekolah tutup di negeri itu.

Melansir dari Reuters, akhir pekan lalu hanya ada dua orang siswa bernama Eita Sato dan Aoi Hoshi menjadi satu-satunya dan lulusan terakhir di SMP Yumoto, di Desa Ten-ei, Prefektur Fukushima, utara Jepang. SMP itu sendiri akan ditutup secara permanen, setelah 76 tahun berdiri.

"Kami mendengar desas-desus tentang penutupan sekolah di tahun kedua kami, tetapi saya tidak membayangkan itu akan benar-benar terjadi. Saya terkejut," kata Eita, dikutip Selasa  (10/4/2023).

Fenomena tutupnya sekolah terjadi akibat angka kelahiran di Jepang anjlok lebih cepat dari yang diperkirakan. Jumlah ini meningkat terutama di daerah pedesaan seperti Ten-ei, area ski pegunungan dan mata air panas di prefektur Fukushima yang telah merasakan depopulasi.

Pemerintah Jepang tentunya tak tinggal diam dengan fenomena ini. Perdana Menteri Fumio Kishida telah menjanjikan langkah-langkah untuk meningkatkan angka kelahiran. Termasuk menggandakan anggaran untuk kebijakan terkait anak.

Ia juga mengatakan menjaga lingkungan pendidikan sangat penting. Sayangnya sedikit yang telah membantu sejauh ini.

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan dengan memberikan layanan kecerdasan untuk menjodohkan warganya, layanan ini dapat digunakan untuk menemukan pasangan yang cocok.

Untuk di wilayah Ehime, pemerintah lokalnya memberikan penawaran perjodohan menggunakan sistem berbasis big data.

Sementara di Miyazaki caranya lebih tradisional, pemerintah memfasilitasi perjodohan di mana calon pasangan berkirim surat terlebih dahulu.

Tidak hanya itu, berbagai cara juga dilakukan di wilayah lainnya. Bahkan di Tokyo, memberikan pelatihan dasar, misalnya bagaimana memulai obrolan dengan lawan jenis.

#resesi seks #Jepang