Redaksi : Selasa, 28 Maret 2023 22:56

BUKAMATA - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP, Pi pesimistis dengan peluang koalisi besar di Pilpres 2024.

"Antara keinginan dan keberdayaan kemampuan dua hal yang berbeda. Saya ingin koalisi besar, mampu enggak melaksanakan, jadi ingin dan mampu dua hal yang berbeda ya tho," ucap Bambang di kompleks parlemen, Selasa (28/3).

Menurutnya, keinginan membentuk koalisi besar hanya subjektif para politikus. Dan setiap politikus menurutnya memiliki keinginan subjektif yang berbeda. 

Bambang Pacul juga menyebut diperlukan analisis tambahan terkait efektivitas pembentukan koalisi besar sebagai strategi dalam meraup kemenangan Pilpres 2024.

Dia menilai terkadang hasil survei menyangkut tingkat elektoral sejumlah figur potensial untuk maju dalam pilpres sekalipun tak menjadi jaminan akan menang.

“Itu kan strategi mereka. Analisis dulu dong, tepat atau enggak,” imbuhnya.

Meski demikian, ia tak menutup kemungkinan bisa saja koalisi besar terbentuk. Menurutnya, tidak ada yang tidak mungkin di dalam politik sebagai suatu seni dalam menciptakan kemungkinan.

Ia sendiri mengacu pada pilpres di Amerika Serikat pada 2016, saat Hillary Clinton melawan Donald Trump. Saat itu, Hillary unggul dalam banyak hasil survei di sana. Namun hasil akhirnya, Trump justru menjadi presiden terpilih.

"Bahwa lima tahun sekali akan terjadi racing seperti itu, bahwa banyak orang punya keinginan apalagi tokoh-tokoh punya keinginan, wajar-wajar saja keinginan itu, tapi antara keinginan dan keberdayaan kemampuan dua hal yang berbeda," ujar Bambang.

"Saya ingin koalisi besar, mampu tidak melaksanakan? Jadi ingin dan mampu dua hal yang berbeda ya," ujar Ketua Komisi III DPR itu menambahkan.