MAKASSAR, BUKAMATA - Pernyataan Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta, terkait Istana Presiden yang pintunya diharapkan terbuka seperti masjid, ramai-ramai ditanggapi sejumlah politisi di media Twitter. Diantaranya Politisi PDIP Ruhut Sitompul hingga politisi Gerindra Ferdinand Hutahaean.
Mereka menuliskan cuitan yang kontra dengan pernyataan tersebut. Sayangnya, dalam cuitannya mereka menyerang Anies Baswedan. Padahal, yang membuat pernyataan tersebut bukanlah Anies Baswedan, melainkan Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta.
Melalui akun Twitter pribadinya, Ferdinand mengunggah sebuah berita yang berjudul ‘Anis Ingin Istana Layaknya Masjid, Pintunya Terbuka Seperti Rumah Rakyat’.
"Hahhaha mulut besar ini orang. Balai kota aja nutup pelayanan masyarakat era Ahok yang sekarang dibuka lagi oleh Heru," ucap Ferdinand.
Sedangkan Ruhut Sitompul dalam cuitannya, menuliskan "Nie ga’benar nggak ada malunya bohongnya terusssss saja dilakukan, waktu jadi ga’benar Balai Kota pintunya saja nggak pernah dibuka utk Rakyat Jakarta terCinta kebalikan dari Ahok waktu Gubernur terbuka utk Rakyat Jakarta MERDEKA," tulisnya.
Serangan salah sasaran ini kemudian viral. Nama Anis Matta pun trending di Twitter akibat persoalan ini. Setidaknya, ada 4.085 tweet yang menyebut Anis Matta.
Sebelumnya, 24 Maret lalu, Anis Matta mengatakan ingin ruh masjid dibawa ke Istana. Dengan begitu, pintunya akan selalu terbuka dan siapa saja bisa masuk ke dalamnya.
"Kita harus mengubah istana itu, sebagai rumah rakyat, jangan cuma DPR saja yang dijadikan rumah rakyat. Rumah rakyat yang paling penting itu adalah Istana," kata Anis, dalam keterangan persnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Tiga Prajurit TNI Gugur, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Pengiriman Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza
-
Anis Matta Ingatkan Indonesia akan Hadapi Hari-hari yang Berat ke Depan
-
Targetkan 1,5 Juta Anggota, Partai Gelora Gelar Orientasi Kepartaian Nasional Secara Daring
-
Partai Gelora Luncurkan Program Nasional Rekruitmen 1,5 Juta Anggota
-
Pemkot Makassar Jajaki Kerja Sama Kemenlu, Promosi Pariwisata dan Maritim ke Pasar Global