Redaksi : Selasa, 07 Maret 2023 22:33

BUKAMATA - Pelaksana Tugas (Plt) DPP Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono mengatakan, partainya dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan dua senior di kancah politik nasional. Kedua pimpinan partai akan melakukan pertemuan usai Muhammad Romahurmuziy bertemu Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

"Oh iya rencana (bertemu PDIP), pertemuan biasa saja antara sesama parpol untuk bertemu biasa aja, sebagaimana kita bertemu dengan parpol-parpol yang lain," kata Mardiono saat dihubungi, Selasa (7/3/2023).

Mardiono mengatakan pihaknya sedang mengatur waktu yang tepat. Jika jadwal sudah pas, barulah terbuka kemungkinan bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Ya kalau pembicaraan politik, tiap parpol ya tentu berusaha untuk, apalagi dari sembilan parpol hanya satu aja, PDIP untuk mencalonkan presiden hanya PDIP yang bisa sendirian. Kalau parpol lain harus bisa berkoalisi agar kita bisa mencalonkan kandidat," kata Mardiono, saat dikonfirmasi, Selasa (7/3).

Dia mengatakan, ajakan bergabung dilakukan karena dirinya menyadari posisi PPP saat ini tidak bisa mengusung calon presiden (capres) sendirian. Apalagi, PPP meraih jumlah kursi terkecil di parlemen.

"Ini kan PPP sedang bermitra dengan PAN dan Golkar di KIB. Kalau PDIP gabung, ini peluangnya PPP keluar dari KIB atau malah nambah personel dengan gabungnya PDIP? Ya kan tidak harus keluar," ujar Mardiono.