BUKAMATA - Maroko meresmikan laboratorium pertamanya untuk penelitian penggunaan ganja untuk medis dan industri lainnya seperti makanan pada Senin (6/3). Dalam pernyataan resmi, Koperasi Bio Cannat menyatakan laboratorium di Chefchaouen akan digunakan untuk meneliti penggunaan ganja dalam industri makanan dan farmasi.
Menurut pernyataan tersebut, laboratorium itu telah memperoleh izin penggunaan ganja untuk industri makanan dan medis pada Oktober 2022.
Disebutkan pula bahwa ganja dimanfaatkan untuk medis karena banyak manfaat yang terbukti secara ilmiah dalam menghilangkan rasa sakit.
"Akan ada percobaan pertanian dengan beberapa petani di Chefchaouen akan menyediakan bahan baku setelah menyediakan benih yang dimaksudkan untuk tujuan ini," kata laboratorium tersebut dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Anadolu Agency, Selasa (7/3/2023).
Pada November lalu, Kementerian Dalam Negeri Maroko menyatakan telah berhasil menurunkan budidaya ganja ilegal sekitar 80 persen. Tahun lalu, Maroko juga meluncurkan rencana penggunaan ganja medis dan industri.
Pemerintah Rabat juga telah mengeluarkan undang-undang yang melegalkan penggunaan zat ganja di sektor industri dan obat-obatan. UU tersebut berguna untuk menambah penghasilan para petani dan mengurangi pengedaran narkoba. Meski begitu, hingga saat ini Maroko melarang penggunaan ganja untuk tujuan senang-senang dan rekreasi.
Dengan kebijakan itu, Maroko menjadi negara Islam pertama yang membuka lab penelitian kegunaan ganja untuk makanan dan medis. Maroko juga merupakan anggota Liga Arab sehingga masyarakatnya juga dekat budaya bangsa Arab. Secara geografis, Maroko termasuk bangsa Afrika utara.
BERITA TERKAIT
-
Korban Gempa Maroko Bertambah, Terbaru Nyaris Capai 3000 Jiwa
-
500 WNI Menetap di Maroko, KBRI Infokan Kondisi Terakhir Pasca Gempa
-
Gempa di Maroko Tewaskan 2.012 Orang, Kritis Capai 1.404
-
Prancis Hentikan Kejutan Maroko, Mbappe dan Messi Bertemu di Final
-
Kalahkan Portugal, Maroko jadi Tim Afrika Pertama yang Maju ke Semifinal Piala Dunia