Redaksi
Redaksi

Selasa, 28 Februari 2023 17:37

Seorang Siswa Gantung Diri Akibat Sering Dibully Tak Punya Ayah oleh Temannya

bocah berusia 11 tahun ini meninggal dengan cara gantung diri pada Senin sore (27/2/2023)

Seorang Siswa Gantung Diri Akibat Sering Dibully Tak Punya Ayah oleh Temannya

Hasil pemeriksaan petugas kesehatan, korban meninggal dikarenakan gantung diri.

BUKAMATA - Seorang siswa kelas 4 SD di Banyuwangi nekat gantung diri lantaran sering dibully teman-temannya. Dia tak kuat sering dicemooh tidak punya bapak. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (27/2/2023) sekira pukul 15.00 WIB kemarin. 

Korban berinisial MR (11) warga Kecamatan Pesanggaran. Statusnya yatim, ayahnya meninggal sejak beberapa tahun lalu. Di rumah dia tinggal bersama dengan ibu dan kakaknya.

Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori Alwi menyatakan, bocah berusia 11 tahun ini meninggal dengan cara gantung diri pada Senin sore kemarin oleh WS (50) ibu kandungnya. Ia sehari-hari memang tinggal bersama ibu dan kakaknya pasca meninggalnya ayah kandung beberapa tahun lalu.

"Yang bersangkutan (ibu kandungnya) shock melihat tubuh anak keduanya tergantung. Lalu ia lari meminta bantuan ke warga," ucap Basori dikonfirmasi, pada Selasa pagi (28/2/2023).

Ibu korban sempat menelpon anak pertamanya yang juga kakak kandung korban berinisial MN (25). WS meminta anaknya MN untuk segera pulang ke rumah.

Tak lama berselang, MN datang bersama ketiga rekannya. Setiba di rumah dia mencoba memanggil ibu dan adiknya, tetapi tidak ada jawaban.

MN pun masuk lewat dapur. Betapa kagetnya MN melihat adiknya dalam posisi tergantung di tiang dapur. Tubuh korban coba diturunkan. Saat itu itu nadi korban masih sempat berdenyut.

"Oleh MN, korban sempat dilarikan ke klinik terdekat. Namun, setibanya di klinik korban rupanya sudah meninggal dunia," tuturnya.

Pihak keluarga menolak autopsi pada korban. Mereka hanya mengizinkan dilakukan pemeriksaan bagian luar tubuh saja. 

Hasil pemeriksaan petugas kesehatan, korban meninggal dikarenakan gantung diri. Korban kemudian dibawa pulang untuk dimakamkan.

Berdasar keterangan ibu korban, lanjut Baaori, anaknya sering dibully oleh teman sejawatnya.

"Anaknya ini sensitif, setiap pulang habis main selalu menangis dan dongkol," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#teman #dibully #gantug diri