Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
Luwu Utara adalah daerah rawan bencana yang diperkuat oleh indeks risiko bencana yang dikeluarkan pemerintah Indonesia.
LUWU UTARA, BUKAMATA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu di wilayah Provinsi Sulsel.
Sebagian besar wilayah di Sulsel acap kali dilanda hujan ringan, sedang, dan lebat yang disertai angin kencang, termasuk di Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Beberapa kabupaten/kota di Sulsel pun pernah dilanda bencana hidrometeorologi, yang terakhir di Makassar.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, apalagi masih dalam musim penghujan, Bupati Lutra, Indah Putri Indriani, meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap prakiraan kondisi cuaca yang dikeluarkan BMKG Makassar.
Potensi cuaca ekstrem yang bisa saja kembali menyelimuti beberapa wilayah di Sulsel, membuat orang nomor satu di Bumi La Maranginang ini perlu mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
"Sejak akhir tahun kemarin sampai saat ini, kita selalu diingatkan oleh BMKG bahwa cuaca di Indonesia, termasuk di Sulsel diperkirakan musim penghujan masih akan terus berlangsung," kata Indah saat berbicara di hadapan para ASN, belum lama ini, di Masamba.
Indah mengingatkan bahwa Luwu Utara adalah daerah rawan bencana yang diperkuat oleh indeks risiko bencana yang dikeluarkan pemerintah Indonesia. "Daerah kita masih sangat rawan potensi bencana, utamanya banjir dan tanah longsor," ujarnya mengingatkan.
Bupati perempuan pertama di Provinsi Sulsel ini juga meminta para ASN Lutra untuk menjadi pelopor dan panutan, sekaligus sebagai alarm bagi keluarganya masing-masing untuk selalu tetap waspada terhadap potensi-potensi bencana tersebut.
"Saya minta kepada kita semua untuk terus mengingatkan keluarga, orang-orang terdekat kita, sekaligus menjadi pelopor dan panutan di lingkungan kita masing-masing. Kita harus belajar dari dari bencana yang lalu. Ayo, jadi pelopor dan panutan," imbaunya. (*)
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
01 Februari 2026 20:42
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:43