BUKAMATA -Laura Lee seorang wanita berusia 47 tahun baru-baru ini memenangi ajang konteks kecantikan khusus untuk nenek-nenek Grandma Universe.
Kendati usianya masih cukup muda , Laura telah bergelar nenek dengan 6 orang cucu. Laura menjadi kontestan termuda di antara 17 peserta lainnya dalam kompetisi tersebut.
Ibu tiga anak yang akan berusia 48 tahun pada bulan Maret 2023 ini, juga merupakan seorang pengusaha sukses yang memiliki bisnis logistik dan lima perusahaan makanan beku.
Kendati demikian, hidup tidak selalu berjalan mulus bagi Lee, yang pertama kali menjadi seorang ibu di usia 20 tahun dan menjadi nenek di usia 37 tahun. Ketiga anaknya — Cheryl, Sean, dan Lester — kini masing-masing berusia 28, 27, dan 24 tahun.
Grandma Universe merupakan ajang kontes kecantikan untuk para nenek cantik dan berbakat. Kontes ini memiliki sejarah 14 tahun di mana para peserta harus berparade dan memamerkan berbagai hal memukau.
Tahun ini, pemenangnya adalah Laura Lee dari Singapura, yang memiliki tiga anak dan enam cucu. Hobinya adalah menyanyi dan menari.
Lee berkisah kepada The Straits Times, di usia 20 tahun dia sudah menjadi seorang ibu dan menjadi nenek di usia 37 tahun.
Pada usia 13 tahun, Lee, anak bungsu kedua, memberikan pelajaran bahasa Inggris dan matematika kepada siswa Sekolah Dasar 1 untuk mendapatkan uang jajan.
Pada usia 16 tahun, dia bekerja sebagai asisten penjualan di sebuah perusahaan hadiah, menjual bunga, parsel, dan pernak-pernik saat dia tidak bersekolah.
"Kami tidak pernah kelaparan, tetapi kami juga tidak mampu membeli barang mewah. Itu membuat saya ingin menjadi lebih mampu, sehingga saya dapat memberi anak-anak saya kehidupan yang lebih baik," kata Lee, dikutip Senin (6/2/2023).
Lee sedang mengandung anak pertamanya, Cheryl, ketika berusia 19 tahun.
Dia melanjutkan studinya dan memperoleh diploma lanjutan dalam penjualan dan pemasaran dari Sekolah Bisnis Thames yang berbasis di Singapura pada usia 21 tahun. Pada tahun yang sama, dia melahirkan seorang anak laki-laki, Sean.
Pasangan muda itu menghadapi masalah keuangan. Lee pun langsung mengambil tiga pekerjaan sekaligus yakni menjual asuransi dan penjaga mesin fotokopi di siang hari, dan menjadi pramusaji di malam hari.
"Saya berkata pada diri saya sendiri bahwa betapapun sulitnya, kami harus tetap percaya. Jadi, saya tetap jalan karena anak-anak saya bergantung pada saya dan mereka masih kecil," katanya.
Tetapi masalah uang mempengaruhi pernikahan dan Lee mengajukan gugatan cerai ketika dia berusia 31 tahun.
"Itu adalah saat terburuk dalam hidup saya karena saya sendirian dengan tiga anak. Tapi tidak ada penyesalan. Saya percaya saya membuat keputusan yang tepat," katanya.
Untuk memberi makan anak-anaknya yang masih kecil, dia menjual truk berpendingin untuk sebuah perusahaan barang industri. Dia bagus dalam pekerjaannya, menghasilkan USD15.000 hingga USD20.000 sebulan. Dalam beberapa bulan, dia telah melunasi semua utangnya dan sedang dalam perjalanan menuju kemandirian finansial.
Pada tahun 2009, dengan USD50.000 yang dia tabung, Lee mendirikan Trade-Pro Trading, yang berspesialisasi dalam logistik dan pergudangan.
Saat ini, dia juga memiliki lima perusahaan lain yang bergerak di bidang makanan beku. Bisnisnya mempekerjakan lebih dari 70 orang.
"Saya cukup beruntung memiliki banyak 'malaikat' di sekitar saya. Mereka membantu saya membangun karier dan memperkenalkan banyak rekan bisnis kepada saya, dan itulah cara saya dapat berkembang," paparnya.
"Pencapaian terbesar saya dalam hidup adalah ketiga anak saya," katanya.