Waspada! 5 Jenis Makanan Ini Bisa Percepat Kerusakan Fungsi Ginjal
14 Mei 2026 21:23
" Karena hidup gak cuma tentang hari ini, saya harus memikirkan masa depan keluarga kami,” katanya.
BANTAENG,BUKAMATA - Memiliki hunian sendiri meski sederhana merupakan impian pasangan muda, Muhammad Siddiq (26) dan istrinya Fitriani Aulia (28). Pasangan yang menikah 2017 lalu ini, sejak menikah tinggal menumpang di rumah orang tua Fitri. Bekerja sebagai sepasang jurnalis dan membangun usaha salon kecil-kecilan membuat mereka memutuskan untuk memiliki rumah sendiri.

"Suatu hari saya melihat iklan perumahan bersubsidi yang lokasinya cukup strategis. Dekat dari pusat pemerintahan, fasilitas kesehatan, pasar dan pusat pendidikan di Bantaeng," kata Siddiq kepada bukamatanews
Berbekal informasi dari sosial media, Siddiq dan Fitri mengunjungi perumahan, Griya Hana Lestari yang berlokasi di Jalan Lingkar Sasayya, Bantaeng. Seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, mereka langsung menaruh hati pada perumahan bersubsidi berukuran tipe 36 tersebut.
Setelah memantapkan hati mereka menghubungi developer perumahan dan diarahkan untuk mengajukan berkas ke Bank Tabungan Negara (BTN). Persyaratan yang perlu dipenuhi kata Siddiq cukup mudah, diantaranya, fotokopi identitas yaitu kartu keluarga, KTP masing-masing suami istri, NPWP dan slip gaji karyawan.
"Kami mengajukan Mei tahun 2020 dan hanya butuh waktu satu bulan sejak berkas dimasukkan hingga kami melakukan serah terima kunci rumah pada Juni 2020," jelasnya.
Siddiq bilang, rumah ini merupakan aset pertama sejak pernikahan mereka sekaligus menjadi hadiah ulang tahun paling berharga yang bisa dia berikan kepada sang istri. Awalnya, Siddiq ingin memberikan hadiah mobil kepada sang istri , namun karena menurutnya, lebih penting memiliki sebuah aset dibandingkan liabilitas maka daripada menyicil mobil, lebih baik mereka menyicil sebuah rumah yang akan menjadi aset nantinya.
" Karena hidup gak cuma tentang hari ini, saya harus memikirkan masa depan keluarga kami,” katanya.
Membangun Mimpi demi Mimpi
Sejak menempati rumah baru, Siddiq mengaku dapat lebih fokus pada keluarga sendiri dan punya lebih banyak waktu untuk menggali ide-ide termasuk mengembangkan bakat-bakat mereka agar dapat berprestasi di usia muda.
Sementara itu, Fitri mengaku memiliki rumah sendiri seperti memiliki tempat paling nyaman dan aman untuk pulang. Banyak prestasi terukir sejak mereka memutuskan memiliki hunian sendiri, salah satunya terpilih menjadi Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga 2022.
"Saya jadi lebih leluasa dalam menerapkan pola parenting gaya saya sendiri, dibandingkan saat masih tinggal dengan orang tua. Selain itu kami bisa menjadi pasangan muda yang lebih mandiri dan puas mengembangkan bakat" kata ibu dua anak ini.
Siddiq berterima kasih kepada bank BTN yang dengan pelayannya yang ramah, mudah dan cepat telah mbantunya memiliki hunian yang layak dan terjangkau.
"Kami dipermudah dengan menjadi salah satu penerima program perumahan subsidi tanpa DP. Dan itu kami benar-benar berterima kasih, apalagi angsuran yang kami bayarkan sebulan hampir sama dengan harga kamar kost perbulan," jelasnya.
Hal tersebut sejalan dengan cita-cita Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mewujudkan terciptanya ekosistem perumahan di Indonesia yang baik dan stabil sehingga mampu menjaga stabilitas perekonomian nasional.
BTN Mitra Handal Pemerintah
Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah saat memberikan sambutan pada puncak HUT KPR BTN ke-46 di Jakarta, Sabtu (10/12/2022) lalu mengatakan, terwujudnya cita-cita pemerintah menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat tidak lepas dari dukungan bank BTN yang telah mendampingi pemerintah selama hampir setengah abad.
"Hal ini tentu tidak terlepas dari dukungan KPR BTN selama puluhan tahun mendampingi masyakarat Indonesia mewujudkan rumah impian mereka," kata Zainal Fatah.
Direktur Jenderal Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto juga mengatakan bahwa Bank BTN merupakan mitra kerja pemerinah yang handal dalam program perumahan. Tidak hanya mendukung pemerintah dalam program pembiayaan rumah bersubsidi tetapi bank BTN juga berperan dalam penyaluran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
46 Tahun, 5 Juta Rumah
Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) bank BTN kini memasuki usia ke 46 tahun. Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, selama 46 tahun menjadi mitra pemerintah melakukan pembiayaan terhadap rumah bersubdisi bank BTN telah menyalurkan kredit terhadapa 5 juta unit rumah untuk MBR.
" Selama kurun waktu 46 tahun perjalana KPR BTN, lebih kurang 5 juta unit rumah telah disalurkan kepeda 50 persen masyarkat berpenghasilan rendah," katanya.
Dia melanjutkan, ke depan BTN akan tetap fokus pada pembiayaan perumahan bagi MBR dengan harapan pada tahun 2045 mendatang pemerintah bersama bank BTN dapat mewujudkan cita-cita pemerintah backlog 0 persen.